Tempur
  • WpView
    LECTURAS 6,085
  • WpVote
    Votos 894
  • WpPart
    Partes 34
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, oct 31, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
"Kalau bukan karena lo, gue nggak tahu lagi gimana caranya buat hidup." - Panglima Aksara. "Ternyata nggak gampang ya buat suka sama orang yang masih terjebak di masa lalu nya." - Adena Cendikia Maharani - Panglima Aksara's staterpack: Seragam berantakkan, dasi dikalungkan di leher, celana pensil, bandana biru saat main futsal, malam hari, tawuran, rokok, secangkir kopi dan ruang BP. Kalau diteriakkan nama Panglima Aksara di SMA Perwira, pasti seantero sekolah langsung terbayang wajah Asia ciri khas cowok itu. Tubuhnya yang bisa dibilang tinggi membuat cowok itu akan mudah ditemukan di keramaian. Kerja nya buat masalah terus. Ruang BP lebih sering Ia kunjungi daripada ruang kelasnya sendiri. Kalau buku hitam dibuka,sudah dipastikan nama lengkapnya terpampang dari atas ke bawah, dari halaman awal sampai halaman belakang. Cowok itu terlihat seperti tidak punya kerjaan. Banyak orang berpikir bahwa cowok itu tidak punya kelemahan apa-apa. Tapi, siapa sangka dibalik itu semua, sosok Aksara menyimpan banyak hal menyakitkan. Siapa mengira bahwa kelemahan sekaligus kekuatan nya berada di satu tempat ; Adena Cendikia Maharani. Cewek dengan kacamata kotak loreng macan dan terkenal sebagai ketua ekskul theater itu menjadi satu-satu nya tempat Aksara bercerita. Menjadi satu-satu nya tempat Aksara untuk menumpahkan segala isi hatinya. Sampai suatu hari, salah satu mereka menyadari ada yang salah. Ada perasaan yang tidak semestinya hadir. Saling menjaga, sama-sama tak mau ada yang terluka namun tak mau mengungkapkan rasa. Lantas, haruskah ada yang pergi? Atau bicara duluan tentang perasaan nya? Atau bahkan cukup diam, tutup mulut sampai keduanya dipisahkan oleh jarak?
Todos los derechos reservados
#85
tawuran
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Juan [REVISI]
  • Ketika Putih Bertemu Gelap
  • GHAVARI
  • JANUARGHA
  • About kevin (End)✅
  • Waktu?
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • ANTARKA [END]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido