365 Days

365 Days

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2020
Aku yakin, kamu pasti pernah bertemu dengan orang yang berhasil menarik separuh perhatianmu meskipun kamu tahu, orang itu bahkan tak bisa kamu wawancarai lebih lanjut. Maksudnya, jangankan untuk terus bertemu dan dekat dengannya, namanya pun tak pernah kamu tahu. Suatu pagi, semesta pernah mempertemukanku dengan seseorang. Seseorang perebut sebagian perhatianku hari itu. Ku kira kisahku hanya akan sampai di situ saja. Bertemu - mengagumi - memotret diam-diam - kemudian berpisah tanpa saling mengenal, namun semesta berkata lain, ia memberiku kesempatan untuk lebih mengenal nya. Namanya Kahfa. Aku mengenalnya dengan sebutan itu. Kurasa, tak apik jika aku menceritakan kisahku dari sini, maka dari itu, akan ku cerita kan kisahku dari pertama bertemu Kahfa, sampai 365 hari sesudah mengenalnya. Atau mungkin lebih.
All Rights Reserved
#841
cold
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chillhood Memories
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Trust
  • Altatair✓ [Revisi]
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • JAM 3 SORE
  • BE A RAINBOW
  • CRUSH | SO JUNGHWAN ✅
  • Maaf, Aku Terlambat END✅

Shafa, seorang pelajar Kelas 11 yang diberi gelar "Playboy ramah kelas kakap" mendapat Chat Whattsap dari nomor tak dikenal. Ia terkejut saat membaca nama pengirim pesan itu. Nama yang dulu selalu membuatnya tidur larut malam. Nama yang dulu selalu terbayang olehnya. Nama yang selalu membuatnya semangat untuk sarapan setiap pagi dan pergi ke sekolah. Nama yang dulu banyak memberikam kenangan bagi Shafa. Nama yang pernah spesial dihati Shafa. Kenangan-kenangan masa lalu di kampung halaman pun kembali berputar seperti efek slideshow di otak Shafa. Kenangan yang sempat terlupakan selama beberapa tahun hidupnya. Dan di liburan semester ini, Shafa bertekad bagaimana pun caranya, ia akan pulang ke kampung halamannya. Menemui Nenek, Kakek, Sang adik perempuan, dan menemuinya, yang pernah memberikan Shafa banyak kenangan. Tetapi ditengah cerita, timbul keraguan di benak Shafa. Apakah ia masih ingat Shafa? Orang yang selalu diboncengnya setiap pulang sekolah? Apakah perasaannya pada Shafa masih sama? Pasalnya, terakhir Shafa men-Stalk akun media sosialnya, dia banyak berteman dengan akun media sosial laki-laki yang terkesan lebih bebas dari Shafa. Shafa takut perasaan orang itu sudah tidak sama seperti dulu. Akankah Shafa pulang ke kampung halamannya untuk mencari jawaban? Atau Shafa malah akan pasrah dan tidak ingin tau jawabannya? Apakah dia yang memberikan Shafa banyak kenangan indah sudah melupakan perasaannya pada Shafa? Atau dia malah menahan rindu yang sekian lamanya pada Shafa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines