Taken 12.12

Taken 12.12

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2020
"Sekarang angka 12 akan jadi istimewa bagiku. Dua angka yang bertemu dan disatukan menjadi saksi bisu saat dua hati bertemu dan disatukan pula karena cinta. " ::::::: Ini kisah bukan sembarang kisah. Ini kisah saat dua anak cucu Adam dan Hawa dengan kapasitas otak yang sangat berbanding balik, ibarat karpet beludru dan karpet anyaman bambu. Kualitasnya sungguh tak sama. Namun, bersatu hanya karena cinta. Bee, siswi berotak pintar tapi bodoh. Sementara Terry siswa berotak bodoh tapi pandai. Bee mendapatkan tugas berat. Ia diharuskan menjadi guru privat dadakan untuk siswa 'terpandai' di sekolah. Melatihnya agar nilai serta peringkat ujian kali ini naik tidak jebloss seperti kala-kala menyeramkan lalu. Awal bertemu es krim sebagai pelantaranya. Dan akhir adalah cinta jawabannya.
All Rights Reserved
#56
bee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • LIFE OF SCARY
  • East sky first love
  • My Enemy Ayna
  • Seperti Sedang Bermimpi [ON GOING]

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines