TERIN! [HIAT]

TERIN! [HIAT]

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Catherine!!"seseorang memanggil seorang perempuan cantik yang bernama cathrine lee, yang ada didepan nya yang sedng jalan hanya beberapa meter dari seseorang itu. sedangkan yang dipanggil tak mengubris dia hanya melanjutkan jalnnya dan hendak menyebrang "Terin!!"seseorng itu memanggilnya lagi dengan panggilan yang berbeda. dia berhenti tepat di tengah jalan hingga pandangannya kosong ketika seseorang itu memnggilnya dengan panggilan"terin" seolah olah orng itu mengenalnya dan cathrine diam dalam tempat yang dimana ada di tengah jalan sedang memikirkan panggilan orng tadi ia tak menyadari ketika tiba tiba ada mobil yang sedang melaju kencang dan tak bisa dihentikan, rem mobil tersebut blong dan.... BRUKKKK... "TERINN!!!"panggil seseorang itu
All Rights Reserved
#8
sobin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • Haruskah Aku Menunggumu? (REVISI)
  • enDure || HAJEONGKYU - JEONGKYU - KYUWOO
  • Unexpected Bonds
  • Embrace Me
  • Dalam Luka Trisakti
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • MY MJ (End)

Bagi banyak orang, Teresa dan Lionel tak lebih dari dua orang asing yang kebetulan duduk di kelas yang sama-tanpa kisah, tanpa kenangan. Tapi di balik diamnya mereka, tersimpan cerita yang pernah begitu hidup di kota kecil jauh dari Jakarta. Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling menggenggam erat di Inggris, menjadikan satu sama lain rumah dalam dunia yang asing. Namun, tidak semua kisah indah berakhir bahagia. Sebuah pertengkaran hebat memutuskan benang di antara mereka. Lionel kembali ke Jakarta lebih dulu, meninggalkan Teresa dalam ketidakpastian yang mengikis perlahan. Sejak hari itu, keduanya tak pernah saling mencari, seolah ingin berpura-pura bahwa cinta itu tak pernah ada. Dua tahun berlalu. Takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di kedai kopi tempat mereka biasa tertawa, bukan di taman tempat mereka dulu saling menatap, tapi di sekolah yang sama, di kelas yang sama. Kini mereka berdiri di bawah atap yang serupa, namun dengan jarak yang jauh lebih dingin dari sebelumnya. Mereka tidak berbicara. Tidak saling menyapa. Hanya tatapan yang sesekali bertabrakan-penuh amarah yang tertahan, rindu yang tak diakui, dan bayang-bayang masa lalu yang belum benar-benar mati. Mereka mencoba menjadi asing, tapi hati tidak pernah bisa benar-benar lupa. Dan pertanyaannya kini sederhana: apakah kisah ini akan berakhir sebagai dendam yang terus tumbuh, atau diam-diam menjadi awal dari pertemuan yang tak pernah mereka duga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines