Red Queen

Red Queen

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 2, 2021
"Saito!!" Teriaknya. "Cepat pergi!" Itulah kata terakhir yang ia dengar sebelum tubuh itu jatuh. Pria bermata biru itu memandangnya dengan tajam. Yang ia inginkan adalah kehancuran kerajaan itu. Pembantaian besar-besaran terjadi malam itu juga. "Red Queen!" Guman seseorang dibalik topeng emasnya. Ia membantai seluruh penghuni kerajaan itu, untuk mencari Red Queen. Namun semua ambisi itu musnah saat ia bertemu seseorang.
All Rights Reserved
#509
kingdom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Curse Of Mahana (End)
  • Shadows of the Main Story
  • Legendaris Mate
  • Villain Obsession
  • Crown Prince and His Maiden
  • Aku Tak Bisa Mendengar Penyesalanmu
  • (Crazy) Another Dimension (End)
  • reincarnated knight
  • Blue Trapped In BL Novel
  • Royal Blood

"Dengar wahai bangsa manusia. Aku Jhoan Nieve Diavolo, Raja dari kaum Mahana, penguasa kegelapan. Mengutuk bangsamu, kehancuran akan menimpa dunia, kelak keturunanku akan lahir di tengah-tengah kalian. Merekalah yang akan membalaskan dendam atas penghinaan ini!" Dengan kibasan sayap yang memenuhi hampir seluruh langit di atas kepala bangsa manusia yang berkumpul untuk mengusir kaum minoritas dari keramaian tempat tinggal mereka, sang penguasa malam menyerukan kemurkaannya, membuat gemuruh petir berkilat mencekam. "Kutanamkan kebencian di setiap sudut hatinya, serta kemurkaan. kucabut seluruh perasaan dan emosi darinya, menjadikan ia layaknya monster untuk pembalasan bangsa kami, atas segala hal yang telah kami korbankan untuk menjaga keseimbangan. Kalian yang telah lama kami jaga, pada akhirnya menodongkan senjata tanpa tahu malu. Sekarang rasakanlah kemurkaan yang sekarang kami timpakan." sang pangeran kegelapan ikut menyerukan amarahnya, mengayunkan pedang emasnya pada langit dengan kilat merah menyala dari ujung pedang tersebut. Kekecewaan menikam, merajam bahkan mempermalukan dirinya. Sungguh, kemurkaan saja tidak cukup. Kutukan bangsa Mahana memberikan mimpi buruk bertahun-tahun silam, kengerian di hari itu tidak ada satu pun yang melupakan. mereka yang melihat dapat selalu merasakan ketakutan itu, tak terelakkan kekacauan di dunia muncul. meski kaum kegelapan telah menghilang tanpa jejak, tak bersisa satu pun petunjuk di mana mereka tinggal, seolah lenyap dari permukaan bumi atau menghilang dari galaxy. namun, yang mereka tinggalkan tidak juga ikut tersapu oleh ketidak beradaan mereka. 10 Juli 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines