Dia Nikodemus

Dia Nikodemus

  • WpView
    Reads 1,196
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 2, 2020
FOLLOW SEBELUM BACA. "Lu ga pantas jadi adik gue! Tinggal dirumah keluarga gue aja uda sujud syukur lu, ga usa manggil ortu gue papi mami segala macem! Lu cuma anak pungut. Denger!" -Nikodemus. "Lu suka sama abang gue? Ga usah mimpi deh lu. Uda untung hidup lu di pungut mami gue, sekarang dengan ga tau dirinya lu mau macarin abang gue?!" -Lisa adik Nikodemus. Terlahir tanpa orangtua, atau lebih tepatnya aku tak tau siapa sebenarnya orangtuaku. Yang aku tau, aku hanyalah anak pungut di keluarga Niko. Aku harus menerima kenyataan pahit dan menyakitkan, di usiaku yang baru saja genap delapan belas tahun aku telah mengandung benih Niko, putra tante Milla yang sudah sudi memungutku dari jalanan. Niko tak mau mengakui janin yang aku kandung, sehingga tante Milla mengira aku menjual tubuhku kepada om-om hidung belang, beliau yang dulunya sangat menyayangiku, kini dengan terang-terangan mengusirku dari rumah mereka. Maukah Niko mengakui janin ini? Dan..kemana aku harus pergi, aku tak punya siapa-siapa selama ini. "Bunda, ayah Miko dimana?" ••• PS: cerita ini hanyalah cerita fiksi tentu ada bumbu-bumbu baper ala-ala sinetron indosiar. Suka lanjut gak suka tinggalin lapak ini. Simplekan girls
All Rights Reserved
#79
monica
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • ALA
  • My bastard husband
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Darsa (END)
  • AILAH(END)✅
  • BENCI- Benar Benar Cinta
  • Accidental' (END)
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • DIKANESHA

Saat Jin Nian hendak bertunangan, dia memergoki pacarnya yang mabuk menelepon cinta pertamanya sambil menangis. "Tolong beritahu aku bagaimana aku bisa berhenti memikirkanmu!" "Berhenti menangis. Kalian berdua sebaiknya menikah saja. Jangan pernah meninggalkan satu sama lain!" seru Jin Nian. Jin Nian membatalkan pertunangannya tanpa ragu, namun kerabatnya memarahinya karena tidak mengerti. Merasa lelah, Jin Nian menghubungi sahabat masa kecilnya, Lu An, di internet. "Apakah kamu ingin menikahiku? Kita mengenal satu sama lain dengan baik. Mari kita puas dengan pengaturan ini." Satu detik setelah dia mengirim pesan, Lu An menjawab. "Apakah bersamaku dianggap berhasil?" "Tidak tidak tidak. Anda memiliki rumah yang mahal dan mobil yang mahal. Kamu jauh di luar kemampuanku!" "Bawalah buku rumah tanggamu. Saya akan menemui Anda di depan Biro Urusan Sipil," kata Lu An. "Hah?" Jin Nian bingung. Itulah kisah bagaimana mereka menikah dalam sekejap. Suatu malam, mantan pacar Jin Nian menyadari bahwa dia tidak bisa melupakannya. Dia bersiap untuknya kembali bersamanya. Yang mengejutkannya, orang yang membukakan pintu adalah suami Jin Nian, Lu An! Lu An mengenakan jubah mandi, dan terlihat gigitan cinta di lehernya. Dia tersenyum samar. "Apakah kamu mencari istriku?" *** Suatu pagi setelah pernikahan mereka terbongkar, Jin Nian terbangun dengan perasaan pegal di sekujur tubuhnya. Dia tidak sengaja mendengar Lu An berbicara dengan seseorang di telepon. Dia sedang menyiram bunga di balkon, dan ada sebatang rokok di antara bibirnya. Dia mencengkeram ponselnya di antara leher dan bahunya. "Saya tidak peduli berapa banyak uang yang Anda tawarkan kepada saya. Yang aku inginkan hanyalah Jin Nian." Jin Nian terdiam. Dia tidak perlu membesar-besarkan kisah cinta palsu mereka! Belakangan, Jin Nian secara tidak sengaja menemukan sebuah buku tua di rak. Itu adalah hadiahnya untuk Lu An pada ulang tahunnya yang kedelapan

More details
WpActionLinkContent Guidelines