Pradikta

Pradikta

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 29, 2021
Pradikta tersenyum, menatap hamparan rumput di depannya. Ia manusia biasa, bukan pujangga, bukan pula idaman. Kulitnya ikut bersinar saat tak sengaja terpapar kilauan cahaya yang datang padanya sedetik saja. Mata Pradikta tertutup dengan rapat, kelima jari miliknya ikut menutup sebagian wajahnya akibat kilauan itu. Efek dari kaca wanita didepannya ternyata, kaca yang digunakan untuk menyempurnakan riasan yang sebenarnya tidak ada cacat sama sekali. Sudah terlalu sempurna untuk diperbaiki lagi. Sempat ia mengedipkan mata agar melihat dengan jelas lagi, tapi siapa peduli, kilatan satu detik itu tak akan membuatnya buta. -Pra; penyajian kejadian yang terjadi di masa lampau. Dikta; laki-laki yang takut dengan laba-laba.
All Rights Reserved
#5
pradikta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESTINY FOR DARKLAND
  • ALENA SHANKARA AZELA
  • CLara
  • Aksara Lingga
  • FARHANASYA [ Proses Revisi ]
  • Aku Masih Menunggumu
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Sirna | Park Sungjin AU
  • Without Title

GANTI JUDUL, MY MATE >> DESTINY FOR DARKLAND. Kegelapan. Itulah satu kata yang bisa mendeskripsikan sosok gadis yang bernama Crystal. Ia sangat membenci cahaya, bahkan ia harus rela kehilangan banyak uangnya untuk obat pereda sakit kepala. Ya, melihat cahaya membuat kepalanya berdenyut nyeri, dan itu seperti kutukan yang didapatkan oleh Crystal. Malam itu, malam dimana ia tak sengaja menabrak sosok asing membuat Crystal terjerat. Terjerat dalam sebuah ramalan yang bahkan Crystal sendiri tak mengetahui nya, Itu semua berawal dari sebuah buku dongeng yang berakhir rasa penasaran akan mantra yang dilarang disebutkan dalam buku itu. >< Lolongan itu terdengar kesetiap penjuru, mereka semua merasakan aura mencekam yang dipancarkan oleh sang Alpha. Mata merah itu memancar tanda ada sesuatu yang akan terjadi. "Mate... Ramalan itu akan terjadi.." Gumamnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines