Story cover for Pradikta by itsnotmesha
Pradikta
  • WpView
    LECTURAS 47
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 47
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado jun 11, 2020
Pradikta tersenyum, menatap hamparan rumput di depannya. Ia manusia biasa, bukan pujangga, bukan pula idaman. Kulitnya ikut bersinar saat tak sengaja terpapar kilauan cahaya yang datang padanya sedetik saja. Mata Pradikta tertutup dengan rapat, kelima jari miliknya ikut menutup sebagian wajahnya akibat kilauan itu. Efek dari kaca wanita didepannya ternyata, kaca yang digunakan untuk menyempurnakan riasan yang sebenarnya tidak ada cacat sama sekali. Sudah terlalu sempurna untuk diperbaiki lagi. Sempat ia mengedipkan mata agar melihat dengan jelas lagi, tapi siapa peduli, kilatan satu detik itu tak akan membuatnya buta.


-Pra; penyajian kejadian yang terjadi di masa lampau. Dikta; laki-laki yang takut dengan laba-laba.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Pradikta a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#7pradikta
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
TERJEBAK DALAM RASA [TERBIT] de nr_fzaaa
16 partes Concluida
TERJEBAK DALAM RASA Amara, seorang detektif, ditugaskan menyelidiki Raka pria yang diduga terlibat dalam kasus kriminal besar. Dengan identitas baru, ia mendekati Raka, berusaha masuk ke dalam kehidupannya. Namun, Raka bukan orang yang mudah didekati. Dingin dan penuh kehati-hatian, ia tak pernah membiarkan orang lain masuk begitu saja. Amara mencoba berbagai cara, dari menciptakan pertemuan "kebetulan" hingga berpura-pura membutuhkan bantuannya. Awalnya, Raka tetap acuh tak acuh, tetapi lambat laun, dinding pertahanannya mulai runtuh. Perasaan yang seharusnya hanya pura-pura, perlahan menjadi nyata. Namun, tugas tetaplah tugas. Amara terus menggali informasi, mencari celah yang bisa membuktikan keterlibatan Raka. Sementara itu, tanpa ia sadari, Raka mulai curiga. Ia memperhatikan bagaimana Amara sering membawa percakapan ke arah kasusnya, seolah menggiringnya ke suatu pengakuan. Hingga suatu hari, Raka menemukan bukti yang mengejutkannya Amara bukanlah istri yang sebenarnya, melainkan seorang detektif yang menyelidikinya. Ia tidak langsung mengonfrontasinya, melainkan memilih untuk menguji seberapa jauh kebohongan itu berjalan. Saat Amara hampir menemukan kebenaran, bukti baru muncul, menjebak Raka lebih dalam. Ia ditangkap, dan saat itulah Amara sadar bahwa ia telah diperalat. "Kamu datang untuk menghancurkanku, dan sekarang ingin menyelamatkanku?" kata Raka dingin. "Terlalu terlambat, Amara." Kini, Amara hanya punya satu pilihan membuktikan bahwa Raka tidak bersalah. Tapi apakah setelah semua pengkhianatan ini, masih ada cinta yang bisa diselamatkan?
Aksara Lingga de Larisakuma08
59 partes Concluida
"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.
ALENA SHANKARA AZELA de maulinaavv
3 partes Continúa
Alena Shankara Azela, seorang gadis yang bermimpi menjadi seniman, terjebak dalam dunia tanpa kasih sayang dari ayahnya. Ketidakpastian dan keputusasaan menghantuinya hingga ia bertemu Langit, yang membangkitkan semangatnya untuk bertransformasi. Namun, cinta tak semudah itu; ia harus bersaing dengan sahabatnya sendiri untuk mendapatkan perhatian Langit, dan memilih mengalah demi persahabatan. Di saat terpuruk, Alena berjumpa dengan Nabastala, seorang pemuda yang mengajarkannya arti sejati kebahagiaan dan keyakinan. Bersama Nabastala, Alena di bawa ke dalam perjalanan menemukan cinta, persahabatan, dan berjuang untuk mengatasi rintangan. Dalam perjalanan penuh warna ini, akankah Alena menemukan jalan menuju impiannya dan menyentuh jiwanya yang terdalam? Temukan jawabannya dalam kisah penuh haru dan inspirasi ini "Alasan kamu selalu gagal gambar aku, karena kamu belum mencintai ku kan?!" tanya Abas sambil menatap Alena lekat. Alena diam sejenak dan memikirkan jawaban. "Untuk menggambar sebuah objek, kita harus memperhatikan setiap detailnya. Apalagi bagian mata itu sangat berpengaruh! Aku belum bisa gambar bagian mata kamu" jawab Alena. Bagaimana bisa? sedangkan, terlalu lama menatap mata indahnya saja aku tidak mampu. "Itu bukan jawaban, Al! Itu alasan" tegas Abas. Alena menunduk mendengar itu. "Mungkin dulu kamu berfikir aku tidak bisa menggambarmu, karena aku belum bisa mencintaimu. Tapi sekarang lihatlah, seluruh dunia harus tahu, bahwa aku sangat-sangat mencintaimu Nabastala. Selamat berkelana. Selamat abadi dalam karyaku, Nabastala Sagara."
Red [Cerita Pendek] de helloparksungjeans
37 partes Continúa Contenido adulto
"Nara, kamu nggak bisa seenaknya gitu dong sama perasaan orang." lelaki tampan dengan fitur rupa setara deskripsi dewa-dewa mitologi Yunani yang acapkali diagung-agungkan oleh hampir setiap insan itu melayangkan protes, menatapku lekat penuh goresan yang tak payah disembunyikan dari balik matanya. Aku menoleh, menerobos masuk dalam sukma lewat bulat besar matanya yang teduh, "Emang aku seenaknya gimana, Kak?" tanyaku pada Pramudya, yang entah sudah keberapa kali dicobanya gapai kedudukan yang terlanjur kukerek naik hingga sukar bagi tiap insan yang hendak mencapai. Dada Pramudya naik turun. Ia memejamkan matanya sejenak, sambil kuserok lagi keteguhan hatiku untuk tetap berada di puncak, menolak terlena dalam tawarannya akan ikrar tuk merengkuhku di hari tergelap yang terkadang mampir tuk kecohkan pandanganku akan masa mendatang. Kelopak mata Pramudya kembali terbuka - masih luka disimpannya disana. "Yang deketin aku pertama kan kamu, terus waktu aku tertarik juga ke kamu, sekarang kamu bilang kamu nggak mau ada di hubungan apapun? Itu maksudnya apa kalau nggak semena-mena?" Pramudya curah perasaannya dengan marah, meski tetap rendah nadanya teralun. Aku tertawa kecil. Lelaki yang cermat. Sungguh jika masih tersisa percaya meski hanya seujung kuku dalam hati, rela kuselami palungku demi Pramudya. Namun sayang, lenyap sudah pandangan baikku akan cinta, hingga yang tersisa bagi Pramudya hanyalah Nara yang rapuh lekat dengan segala traumanya.
CLara de queenpurplez
27 partes Continúa
Ada rahasia yang tak boleh diungkapkan. Ada luka yang tak bisa disembuhkan. Dan ada nama yang seharusnya tidak pernah disebutkan. Clara Clarisanjaya hadir sebagai sosok yang nyaris sempurna, cerdas, berprestasi, dan nyaris tak tersentuh. Namun, jika diperhatikan lebih saksama, ada sesuatu yang janggal. Senyum yang sekilas tampak hangat, nyatanya tak pernah benar-benar sampai ke matanya. Langkahnya selalu terukur, seolah sedang berusaha menghindari sesuatu. Hari-hari Clara berjalan seperti sebuah sandiwara yang telah lama ia hafalkan. Ia tidak memiliki banyak teman, tetapi bukan karena ia tak mampu bergaul, melainkan karena ia memilih untuk menjaga jarak. Bahkan dengan dua laki-laki yang jelas memiliki kemiripan dengannya. Mengapa mereka bersikap seolah tidak saling mengenal? Daren Aksaranda menyadari keanehan itu sejak hari pertama. Ada sesuatu dalam diri Clara yang menarik perhatiannya. Bukan karena parasnya, bukan pula karena kecerdasannya, melainkan sesuatu yang jauh lebih dalam. Tatapan kosong yang ia sembunyikan di balik kesan percaya diri, caranya menghindari orang-orang, serta tembok tak kasat mata yang ia bangun di sekelilingnya. Semakin Daren mendekat, semakin banyak hal yang terasa tidak masuk akal. Mengapa Clara bersikeras menghindari orang-orang? Apa yang ia sembunyikan dengan begitu rapi? Apa yang membuatnya selalu tampak seperti seseorang yang ingin ditemukan, tetapi sekaligus takut ditemukan? Dan yang paling penting... Jika kebenaran itu akhirnya terungkap, apakah semuanya masih bisa diperbaiki? Atau hanya akan berakhir sia-sia?
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
TERJEBAK DALAM RASA [TERBIT] cover
Aksara Lingga cover
ALENA SHANKARA AZELA cover
FARHANASYA [ SELESAI ] cover
The Space Between Us cover
Sirna | Park Sungjin AU cover
Red [Cerita Pendek] cover
CLara cover
ALRA cover

TERJEBAK DALAM RASA [TERBIT]

16 partes Concluida

TERJEBAK DALAM RASA Amara, seorang detektif, ditugaskan menyelidiki Raka pria yang diduga terlibat dalam kasus kriminal besar. Dengan identitas baru, ia mendekati Raka, berusaha masuk ke dalam kehidupannya. Namun, Raka bukan orang yang mudah didekati. Dingin dan penuh kehati-hatian, ia tak pernah membiarkan orang lain masuk begitu saja. Amara mencoba berbagai cara, dari menciptakan pertemuan "kebetulan" hingga berpura-pura membutuhkan bantuannya. Awalnya, Raka tetap acuh tak acuh, tetapi lambat laun, dinding pertahanannya mulai runtuh. Perasaan yang seharusnya hanya pura-pura, perlahan menjadi nyata. Namun, tugas tetaplah tugas. Amara terus menggali informasi, mencari celah yang bisa membuktikan keterlibatan Raka. Sementara itu, tanpa ia sadari, Raka mulai curiga. Ia memperhatikan bagaimana Amara sering membawa percakapan ke arah kasusnya, seolah menggiringnya ke suatu pengakuan. Hingga suatu hari, Raka menemukan bukti yang mengejutkannya Amara bukanlah istri yang sebenarnya, melainkan seorang detektif yang menyelidikinya. Ia tidak langsung mengonfrontasinya, melainkan memilih untuk menguji seberapa jauh kebohongan itu berjalan. Saat Amara hampir menemukan kebenaran, bukti baru muncul, menjebak Raka lebih dalam. Ia ditangkap, dan saat itulah Amara sadar bahwa ia telah diperalat. "Kamu datang untuk menghancurkanku, dan sekarang ingin menyelamatkanku?" kata Raka dingin. "Terlalu terlambat, Amara." Kini, Amara hanya punya satu pilihan membuktikan bahwa Raka tidak bersalah. Tapi apakah setelah semua pengkhianatan ini, masih ada cinta yang bisa diselamatkan?