Story cover for Caramel by arnkhnss
Caramel
  • WpView
    LECTURES 280
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Chapitres 12
  • WpView
    LECTURES 280
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Chapitres 12
En cours d'écriture, Publié initialement juin 11, 2020
Terjebak dalam friendzone memang bukan hal yang mudah. Seperti Caramel, yang diam-diam menyimpan rasa pada sahabatnya sendiri.

Sudah lama ia menantikan balasan cinta dari seorang Althaf Anzero. Tetapi, akan kah takdir mempersatukan mereka sebagai sepasang kekasih? Atau mungkin mereka tidak akan pernah menyatu? 


Kalau penasaran langsung aja kepoin ceritanya Dan jangan lupa masukin ke library kalian.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Caramel à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#162caramel
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak? cover
RESONANCE | (JKT48 Gen 12) cover
🎀Sahabat Jadi Cinta🎀  cover
Second Sign cover
Tsuroyya; Mengejar Mentari di bawah Purnama cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi] cover
From a friend to lover? cover
Rahasia Rasa (COMPLETE) cover

Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?

8 chapitres En cours d'écriture

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?