ANSHEL

ANSHEL

  • WpView
    LETTURE 22
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, giu 11, 2020
Waktu terus berjalan , saat waktu terus berjalan , semua perlahan akan berubah . Jika kau terus menoleh ke belakang dan terus menunggu , kau akan melewatkan suatu hal di depan yang sudah menantimu . Jika di tengah jalan kau berhenti karena sesuatu yang kau tunggu bertepatan dengan suatu hal yang telah menantimu , keduanya berada di hadapanmu , apa yang kau lakukan ? Mana yang harus kau pilih ? Sosok yang telah lama singgah hingga kenangan nya sekarang masih terasa , ataukah dia , sosok baru yang telah memberikan beribu kenyamanan yang sampai sekarang masih ada ? Disanalah posisi ku . -Arshella
Tutti i diritti riservati
#138
waiting
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Erlangga
  • Everything Happens for a Reason
  • What Is The Meaning Of Waiting? -END-
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Singkat -seperti kita
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • The First, Not the Last
  • Kita Sembuh Bareng?
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti