Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2020
Aku kira cinta itu ibarat coklat, yang akan selalu manis walaupun dia beku ataupun mencair. Namun nyatanya cinta itu ibarat hujan, yang akan selalu membuat kita rindu akan kehadirannya, namun membuat kita terluka ketika menikmatinya. Cinta itu begitu menyakitkan. Apalagi ketika seorang wanita yang tidak percaya akan kesetiaan laki laki, dan tidak percaya dengan adanya cinta sejati. Namun dengan beraninya aku menerima seorang laki laki play boy untuk mengisi hidupku. Untuk dia membuktikan akan sebuah kesetiaan. Semua itu hanya karena aku percaya dengan semua ucapan manis dan semua janji janji nya. Apa mungkin aku tetap percaya dengan dia? Mungkin saja. Namun tentu itu akan sulit. Namun itu tetap ku lakukan, semua itu Karena Aku Mencintaimu...
All Rights Reserved
#45
mencintaimu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Cuaca
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • flashback~
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • My Favorite Friend (Complete)
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • You're Here, But Not For Me

Aku lupa sudah beberapa aku jatuh bersama angin yang kuat, bahkan hingga petir menyambar. Apa mungkin aku diciptakan sendiri? Kenapa Tuhan menghapus sedikit demi sedikit kebahagianku? Kenapa Tuhan tak menghilangkan rasaku saja, rasa yang selalu orang anggap manis namun ternyata beda apa yang aku rasakan, terlalu pahit. Rasa Cinta Terkadang rasa cinta tidak perlu alasan, kenapa rasa ingin meninggalkan begitu harus memiliki alasan aku tidak tahu jalan cerita cinta ini, cinta bagaikan teka-teki yang sulit untukku mengerti. Bagaimana aku bisa melihat dua orang yang benar-benar aku sayangi begitu menepati janjinya, janji untuk menjadi pawangku. Disaat badai itu datang dia benar-benar ada, jika yang disamping melukai yang belakang menguatkanku. Yang di belakang melukai yang disamping menguatkanku. Aku benar-benar bingung untuk melakukan apa, disaat seperti ini aku benar-benar tidak tahu yang harus aku lakukan. Aku melamun di jendela kamar melihat dua pohon yang setiap hari semakin tinggi. Pohon yang penuh kenangan. Ragaku disini tapi tidak dengan pikirkanku. Aku memikirkan kejadian yang mana dua pawangku berkelahi. Aku benar-benar ingin melerainya saat itu tapi niat aku urungkan karena orang-orang yang mencintai mereka berada tepat di sampingku, Aku begitu khawatir saat mereka adu jotos, aku tidak tahu yang di permasalahan apa. Aku ingin bercerita, bahwa aku pernah kehilangan lelaki yang aku pertahankan hingga beberapa tahun lamanya. Aku juga kehilangan satu nyawa laki-laki yang menjadi pawangku. Dan apa itu tidak cukup? Dan semua telah berubah semenjak hari itu, hari dimanakah semua hilang terbawa derasnya hujan. Aku ingin kembali seperti semula, berharap ada seseorang yang mengubahku tanpa pamrih. Aku sangat berharap. -Rainee Wijaya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines