Alisya
  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2020
"Ekhm... lo siapa? Ngapain lo di depan kamar gue?" "Eh, ini kamar lo?" "Iya" "Eh maaf, gue boleh pinjam Hp lo gak?" _____________________________________ Assalamualaikum wr.wb Hai semua welcome to my story:) Jadi, cerita ku ini teen fiction, kalian baca aja lahh. Jangan lupa komentar pendapat kalian yaaa 😚 Update setiap hari Sabtu yaa! (Tapi bisa random juga, tergantung) Semoga kalian suka sama ceritaku Maaf yaa kalo banyak typo Kalo ada typo comment aja Selamat memebaca semua:)
All Rights Reserved
#169
london
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • dimana janji tersebut
  • SLOWLY
  • Selamanya Cinta (SELESAI)
  • Only You [Slow Update]
  • Sekelebat kisah DIRIKU ( REVISION)
  • BUMIROSSA (END)
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • STARK ✓
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines