Embracing Happiness (On Going)

Embracing Happiness (On Going)

  • WpView
    Reads 1,351
  • WpVote
    Votes 115
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing1h 39m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Amber adalah seorang wanita dengan masa lalu kelam. Dibuang ayahnya, ibunya bunuh diri, kemudian dia dihamili lalu ditinggalkan pria yang dicintainya. Dia merasa bahwa kebahagiaan bukan bagian dari hidupnya. Gavin adalah pria dingin yang tidak tertarik pada wanita. Menurutnya wanita hanya tertarik pada wajah dan uangnya. Ketika istrinya meninggal setelah melahirkan, dia tak punya keinginan untuk menikah kembali. Apa yang terjadi ketika dua manusia yang terluka ini dipertemukan oleh takdir? *************************************************** Hanya sebuah cerita happy ending yang tidak terlalu panjang. Hasil dari kegabutan mengerjakan "Skin" yang mentok di research.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • C | Senja Terakhir Kita
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • DUDAKU ATAU SUAMIKU (E-BOOK)C
  • My Perfect Husband
  • Mr. Zafran Dylan [OG]
  • Sorry and I Love You
  • [C] Beneath His Gentle Lies

Senja merah jingga menelan langit, tapi Aryan tak sanggup menatapnya. Helena berdiri di tepi balkoni, wajahnya berseri walau tubuhnya kelihatan lemah. "Ary, nanti... kita tengok senja dekat pantai, nak?" suara Helena lirih, cuba kedengaran biasa. Aryan tersengih kecil, menolak dengan nada ringan. "Kau tu sakit, El. Tak payah mengada." Helena mencebik, tapi hatinya bergetar. Dia cuba seloroh, "Kalau ni permintaan terakhir saya, macam mana?" Aryan tersentak, menoleh. "Apa kau cakap ni? Kita bukannya takkan jumpa dah." Diam. Helena menunduk, menahan kaca di matanya daripada tumpah. Dia tersenyum tipis, walau dalam dadanya ada jurang yang tak mampu dijelaskan. Aryan mengusap belakang tengkuk, cuba meredakan suasana. "Kau sihat cepat. Lepas tu baru kita plan tengok senja dekat tepi pantai." Suaranya bersahaja, seolah-olah esok pasti ada. Helena hanya mengangguk. "Kalau awak tahu... Senja di tepi pantai tu... satu-satunya yang tertinggal dalam bucket list saya... Saya cuma nak awak ada sekali. Bukan nanti. Tapi sekarang. Sembuh? Tu cuma dalam cerita fantasi je," hatinya berdesis, meluahkan kata yang tidak mampu meniti di bibirnya. Dia mendongak, menatap langit yang semakin jingga. Senja kali ini terasa lebih dekat, lebih berat, seakan-akan langit sendiri tahu rahsia yang belum pernah terucap. Start: 1st September 2025 End: 22nd September 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines