SajakSesak 3 [Arief Aumar]

SajakSesak 3 [Arief Aumar]

  • WpView
    Reads 4,171
  • WpVote
    Votes 335
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 20, 2020
[Arief Aumar Purwanto] Mulut membungkam, hati melebam. Meski lelah raga ini menuai sesak, meski tertatih-tatih aku kejar hingga luka kian mengerak. Kau masih tetap menjadi alasan mengapa jemari dan penaku giat bergerak menuliskanmu. Aku. Masih pada kamu. °°° Seri ke-3 dari SajakSesak oleh Arief Aumar Purwanto. Tulisan pertama ditulis di sajaksesak.tumblr.com.
All Rights Reserved
#11
sajaksesak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diam
  • Indonesian Poetry
  • Infinity
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Rustic Jam [END]
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • BAPER {SELESAI}
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Ambigu
Diam

Diam bukan berarti bungkam Karena diamku berontak Karena diamku menolak Karena diamku menanti Karena dengan diam, aku meminta izin pergi **** Tak memaksa membaca, sebab bacaan perihal rasa Bila sudah nyaman Tetap posisikan pada zona aman Jika mendapat makna yang membekas, tak perlu menyelesaikan lekas-lekas Bila kopimu dingin menunggu, sungguh aku tak bermaksud begitu Baiklah, ucap pamitku agar tak pekat bosanmu --SajakDN

More details
WpActionLinkContent Guidelines