But, I Love You So.

But, I Love You So.

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku tau dia sahabat kamu, tapi aku pacar kamu" sebenarnya caca binggung dengan situasi ini, benar benar binggung. Rasanya caca selalu berjuang dan setia pada seorang laki laki yang mungkin tidak menganggap dirinya harusnya caca sadar Bahwa laki laki itu milik sahabatnya, lalu kenapa laki laki itu meminta caca menjalin hubungan dengannya? apa dia mencintai caca? tapi bukannya dia hanya milik sahabatnya? Saat ingin berhenti tapi kenapa takdir seakan akan belum puas mempertemukan mereka lagi? Apa takdir ingin bercanda? Kenapa mesti dia yang terlibat terlalu dalam? sebenarnya ini cukup sederhana, entah apa dan siapa yang membuat cerita ini menjadi rumit.
All Rights Reserved
#123
miris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • Terlalu rumit
  • Ikhlas dan Bahagia
  • Where to
  • AMBITION
  • Sepotong Luka
  •  Aku Dia dan Dia
  • obsesi seorang mantan pacar
  • Be with You
  • Dia Suamiku (ENDING)

"Aku nggak mau susui bayiku, aku takut dia ketagihan dengan asiku, dan aku mau... mama dan papa mengaku kalau bayi itu adalah anak mama dan papa, anak kandung mama dan papa, dan bayi itu adalah adikku! Bukan anakku!"ucapnya amat tegas, mau tak mau, rela tak rela dan semua ini terjadi karena seorang pria bernama Bian yang sudah menyakitinya sebegitu dalamnya, memanfaatkannya, menipunya dan terakhir... pria itu mengkhianantinya, menduakannya dengan cara menikah lagi.... Jadi, wajar aja kan, Nina yang baru berumur 19 tahun, tak mau repot dan malu, mengaku kalau bayi merah yang baru dia lahirkan adalah anaknya! Tapi, bayi itu adalah adiknya! *** "memang apa yang kamu harapkan,? di cintai, di sukai olehku secara murni? sadar diri, Nina. Kamu hanya gadis kampung yang beruntung dinikahi pria kaya kota sepertiku! Berterimakasihlah pada tubuhmu, berkat dia aku sudi melirik denganmu." Nina hanya diam, tak membalas ucapan Bian, pikirnya tidak usah mengotori mulut untuk membalas ucapan jahat pria itu. Cukup menjauh, menghilang, agar tak melihat pria bajingan itu lagi, itu yang harus dia lakukan. sesegera mungkin!

More details
WpActionLinkContent Guidelines