MewGulf ; The Planner

MewGulf ; The Planner

  • WpView
    Reads 28,790
  • WpVote
    Votes 2,942
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2020
Gulf Kanawut, Bulan dari fakultas ilmu komunikasi baru saja dilanda patah hati, dicampakkan dengan menyedihkan oleh Bintang Kampus dari fakultas seni yang digandrungi banyak laki-laki. Gulf pikir dia tidak akan bernasib seperti pria-pria sebelumnya karena hubungannya dengan Eye berjalan lebih lama dari mereka. Tapi ternyata tabiat player gadis tidak begitu saja bisa hilang. Merasa marah dan terlebih malu, Gulf berniat balas dendam. Sabatnya, Mild memberikannya saran yang masuk akal, namun gila di saat yang bersamaan. "Eye adalah gadis paling cantik di kampus, berpacaran dengan gadis lain di kampus ini tidak akan membuatnya terusik, dia tetap akan merasa menang," "Lalu?" "Jangan berpacaran dengan gadis! Pacari saja pria tampan," "APA?! KAU GILA!" "Kau ini susah di kasih tahu! Aku bilang begini karena tahu siapa pria yang cocok untuk rencana ini," "Hah? siapa?" "Bulan Kampus kita dari fakultas teknik tentu saja! Mew Suppasit Jongcheveevat yang lebih tampan darimu, lebih manly darimu, lebih pintar darimu, lebih kaya darimu, lebih terkenal darimu dan yang paling penting, Eye mengincarnya sejak lama," "Mild, kau positif gila. Dan kau bahkan tahu nama lengkapnya? Kau ini penggemarnya atau apa?" "Hehehehe.."
All Rights Reserved
#18
thaibl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Significant Other | MewGulf Story
  • Luka Yang Kurindu [mewgulf]
  • My Beloved Fans
  • Love In The Past {END}
  • Thalassophile S1
  • Tetap Mencintaimu  (Walau Ragaku Tak Jadi Milikku Lagi)
  • Stuck In Feelings (END) Lengkap di Pdf
  • ∞ ∞ ∞ Bukan Cinta Biasa ∞ ∞ ∞

"CIUM! CIUM! CIUM!" Mew memelototi Gulf yang kini berdiri tepat di hadapannya, mengancamnya agar tak maju satu langkah pun. "CIUM! CIUM! CIUM!" Teriakan orang-orang semakin keras. "Gulf! Jangan mendekat! Awas saja kau!" ancam Mew masih dengan tatapan tajamnya. Gulf tersenyum getir ke arah orang-orang di bar itu yang tidak lain tidak bukan adalah teman satu kantornya. "Kau pikir aku mau menciummu? Ini semua karena kau yang tak mengerti cara bermainnya sehingga kita jadi kalah, dasar payah!" timpal Gulf kesal. "Kau juga tadi ketahuan kan! Dasar payah!" lawan Mew tak kalah kesal. "AYO CIUM! JANGAN CURANG! INI HANYA PERMAINAN!" teriak Run. "Kau dengar, ini hanya permainan. Ayolah, Mew! Aku tak suka terus-menerus jadi tontonan seperti ini," ujar Gulf seraya mendelik malas. Mew menatap Gulf ragu. "Gulf kita pasti akan jadi ejekan satu kantor, aku tak suka jadi bahan pembicaraan orang!" kata Mew bersikukuh menolak. "Ck! Biar saja! Ini hanya permainan! PER-MA-IN-AN!" Cup! Bibir kedua insan itu bersentuhan untuk beberapa detik. "AAWWWWW!!" Teriakan semua orang dalam bar seketika memenuhi ruangan mengalahkan suara dentuman musik yang keras. Mew menatap Gulf sinis seraya mengelap bibirnya. Gulf mengedikkan bahu tak peduli. . . NO KISS BETWEEN FRIENDS. Saat kau mencium temanmu, detik itu pula kalian bukan teman lagi. . . Cerita perjalanan Mew dan Gulf yang saling menemukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines