Petrichor

Petrichor

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2020
"Hidup adalah perjuangan, pengorbanan dan pengabdian. Secandu wangi tanah kala hujan mengguyurnya, jadilah tetesan hujan yang menghasilkan petrichor. Biarkan darah kita tertetes di bumi juang, asal mampu memberikan wangi pada perjuangan." ~Ahmad "Aku pernah mengagumi kalian. Menyayangi kalian lebih apapun yang aku punya. Namun, saat nyatanya separuh kebahagiaanku kalian renggut, aku harus bagaimana? Terima kasih pernah menjadikanku bidadari kecil di istana kita." ~Alisya Halila
All Rights Reserved
#6
petrichor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • HIJRAH UNTUKMU
  • Hai, Jodoh!! (End)
  • Nganjuk And The Night
  • Our Trully Happiness
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Hujan
  • RAIN
  • A Kuadrat
  • Khayalan Hujan

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines