Rajut Cinta Di Sajak Takdir (End)

Rajut Cinta Di Sajak Takdir (End)

  • WpView
    LECTURAS 9
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida vie, jun 12, 2020
Karya: 1 alpharius_tifania Mengisahkan tentang perjalanan seorang gadis yang mencari cinta di setiap untaian takdir dengan menghadapi berbagai problamatika kehidupan. Melangkah menjejaki bumi dengan mengikuti perkembangan zaman, sebagai wanita,ia harus berpikir ke depan. Luka dihati yang menganga disebabkan pencarian cinta yang tak berujung berawal dari keluarga, sehabat, Dan pria yang dikagum. Hingga berakhir dengan pencarian, mengenal, Dan mencintai sang pemilik hati itu sendiri yaitu Allah Swt " Ya rabbi, teguhkanlah hati hamba untuk selalu berada diatas agama-Mu, tabahkanlah hamba ketika hamba terpuruk, hibur hamba ketika hamba sedih, Dan tegurlah hamba ketika hamba melakukan kesalahan Dan kekhilafan, wahai sang pemilik hati, Maa fill ghalbi ghairullah" Ujar Tifania 🌧🌧🌧 "Ku ikuti peranku Menjadi manusia terbuat dari tanah Yang kuat untuk diinjak Bisa menjadi tumpuan untuk sang air bercerita" 🌺🌺🌺 ____Rajut cinta di sajak takdir____
Todos los derechos reservados
#1
mencarituhan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Rumah untuk Hatiku [SELESAI]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Mahligai Sunyi
  • DikaRanggi
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Tasawuf Cinta
  • DESIRAN CINTA
  • You are in my past and my future [END]

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido