My Story

My Story

  • WpView
    Membaca 373
  • WpVote
    Vote 98
  • WpPart
    Bab 23
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Okt 3, 2020
[BUKAN CERITA BERALUR] [TEKS PENDEK PADA SETIAP PART] Hanya beban hidup authornya. Hanya ingin membagi kisah suka duka menjadi anak broken home. Anggap aja persiapan mental biar nanti gak terlalu kaget pas kejadian. Enggak kok, semoga enggak terjadi lagi, cukup author dan yang sudah mengalami saja yang merasakan. Enggak enak soalnya. Broken Heartnya anak Broken Home. Qoutes? Do you need a suggestion? ×××××××××××××××××××××××××××××× Ngetik suka-suka😆😆
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#520
nonfiksi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Breathe
  • Aku Hanya Ingin Punya Rumah untuk Tempat Pulang
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Bukan Sweet Seventeen - [ TERBIT NOVEL ]
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • Broken Heart [Completed]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • DIARY DEPRESIKU
  • don't hurt Lia (end)
  • Hopeless
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan