Dandelion [HIATUS]

Dandelion [HIATUS]

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2020
Seperti dandelion, dia tumbuh dengan mudah, bagian bunganya takkan rusak meskipun tertiup angin dan tersebar. Ia bertahan dengan berbagai macam rasa sakit, ia bertahan dengan segala bentuk kekecewaan, hingga angin membawanya pada sebuah padang rumput luas dan memberikan kehidupan baru. Ayah memberinya nama itu, agar ia tumbuh menjadi gadis pemberani dan kuat, tapi sekuat apapun lia bertahan, ada kalanya ia sampai pada batas kekuatannya dan menyerah. Bertahan dengan seorang ibu tiri setelah ayahnya meninggal, bertahan dari dunia gelap yang diciptakan ibu tirinya, bertahan dan setiap malam mengerikan dibalik sebuah kamar hotel, bertahan dari setiap cacian yang diterimanya. Mampukah dandelion ini bangkit, mendapatkan kehidupan baru seperti dandelion lain di padang rumput sana?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • After Travelling I Don't Know Who I'am Woman Or Man
  • DANDELION (END)
  • DANDELION
  • DENNIES
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • Dandelion [COMPLETED]
  • Unplanned Pregnancy
  • The High Class
  • DIMENSI WAKTU

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines