Sekretaris Galak #APproject *Tamat*

Sekretaris Galak #APproject *Tamat*

  • WpView
    reads 2,639,990
  • WpVote
    Stemmen 212,083
  • WpPart
    Delen 32
WpMetadataReadCompleet maa, aug. 17, 2020
#CEO PROJECTS #Author Project Apa yang biasa dilakukan karyawan kantor saat menyambut bos baru? Memberi karangan bunga? Atau ucapan selamat? Itu mungkin hal normal yang akan dilakukan oleh karyawan normal lainnya di kantor. Tetapi, bagaimana jadinya jika si bos baru yang langsung disambut makian oleh salah satu karyawannya saat pertama kali menginjakkan kaki di kantor itu? Ya, itu benar-benar terjadi. Siapa yang melakukan hal gila itu? Tentu saja Aletta Hidralika, si sekretaris galak yang melakukannya. Bagaiman keseharian sang bos dan si sekretaris galak, itu? Apakah akan penuh kontroversi? Apakah akan terjadi perang dunia ke-III? Ataukah mereka dapat saling mengerti dan melengkapi? _________________________________________ *Don't Plagiat-Plagiat my story! *Don't julit-julit my story!
Alle rechten voorbehouden
#30
bos
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • ATASANKU [ON GOING]
  • Binar Vs Boss (COMPLETED)
  • Boss Galak  & Sekretaris Badung [TAMAT]
  • Hello, Ex-Boss!
  • Cinta Dikejar Deadline
  • Sekretaris Atau Babu? [Proses Penerbitan]√
  • Ok, Boss! [Re-Post]
  • Falling for Weird Boss
  • My Devil Big Boss [Kenward Series#2]✔️

Menjadi sekretaris di perusahaan besar seharusnya menjadi langkah awal yang baik untuk karierku. Namun, siapa sangka pekerjaanku justru membawaku ke dalam lingkaran tak berujung bernama lembur, revisi, dan perintah tanpa ampun. Dan semua itu berasal dari satu orang-atasanku. Dia dingin, perfeksionis, dan tak pernah sekalipun menunjukkan ekspresi selain ketidakpuasan. Bekerja dengannya seperti berhadapan dengan badai tanpa akhir-mencekam, penuh tekanan, dan melelahkan. Namun, di balik perintahnya yang tanpa kompromi, di balik tatapan tajam yang selalu membuatku ingin mengumpat dalam hati, aku mulai melihat sisi lain darinya. Sisi yang tidak pernah ditunjukkannya pada siapa pun. Dan itu berbahaya. Karena aku tahu, aku tak boleh terlibat lebih jauh. Dia adalah atasan. Aku hanyalah pegawai. Tidak seharusnya ada perasaan di antara kami. Tapi... bisakah hati benar-benar diatur hanya dengan logika? **** Happy reading🦋 Jangan lupa vote dan komen ya🌷

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen