Dengan Caraku

Dengan Caraku

  • WpView
    MGA BUMASA 3,338
  • WpVote
    Mga Boto 230
  • WpPart
    Mga Parte 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Sep 4, 2022
Bisell Aneira Rebecca, atau yang biasa di panggil Bianca. Salah satu dari tiga cewek yang di takuti di sekolah. Si angkuh dan kejam yang terkenal akan posisi nya yang suka membully atau mengganggu siapa pun yang menurutnya menyebalkan. Kehidupan yang mewah, teman yang menyenangkan, paras yang cantik. Sudah sempurna? Sampai suatu malam, yang membuat Bianca harus kehilangan segala nya. Iya, segala nya. Hidupnya, masa depan nya, keluarga nya. Benar benar di renggut kebahagiaan nya. Seseorang mengambil nya secara paksa. Ini tentang dia, yang membenci dengan begitu hebatnya. Tapi apa dia akan selalu terus membenci karena 'mereka' di tuntut untuk bersama, atau malah berpaling menjadi tatanan rasa yang bergemuruh rindu- seperti cinta? "Gue benci sama lo, dan selama nya akan selalu seperti itu."
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • I Hope You (DISCONTINUED)
  • Ayana's Love Story(hiatus)
  • Awas Jatuh Cinta
  • My Bad Boy [COMPLETED✅]
  • Nemesis ; Jenrina ✔️
  • 180 DEGREES : Jeno X Karina
  • My Enemy My Ex! [COMPLETED]✔
  • Forbidden Love
  • Cinta atau Dusta [JENRINA x JENSELLE]
  • Hi, Michelle! - bluesy

Sebelumnya inzie tak pernah menyangka akan mendatangi rumah yang sudah selama 6 tahun ini ia tinggalkan. Rumah yang penuh dengan kenangan pahit. Rumah dimana batinnya terus disiksa. Seharusnya inzie tahu, bahwa ketika ia menginjakkan kakinya kembali disini. Ia sudah tak akan sebebas dulu lagi. "Kak, kata mama aku punya seorang kakak yang akan datang. Dan itu adalah kakak. Kakak memiliki mata hijau, persis seperti yang mama ceritakan. Jadi, kak namaku Arnessa. Kalau kakak siapa? Kata mama aku harus bertanya sendiri." Saat Arnessa menyebutkan nama "mama" berulang kali. Itu membuat pandangan inzie semakin dingin. Ia menyentak kasar tangan arnessa yang masih betah melingkari pergelangan tangannya. "Dengar ya, sampai kapanpun aku tidak mempunyai adik. Ingat itu baik-baik." Perkataan penuh penekanan yang dilontarkan oleh inzie membuat arnessa terhenyak. Ternyata kakaknya tak menyukai keberadaannya. Copyright © by inestyanifa

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman