Luka duka lara

Luka duka lara

  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2020
ini bercerita Tentang, luka yang tak kunjung usai Tentang, luka yang tak ingin beranjak menjauh Tentang, luka yang selalu saja betah menetap Tentang, luka yang sulit untuk disembuhkan Tentang, luka yang mungkin akan semakin menjadi luka. Luka kadang semenyedihkan itu selalu menggoreskan nya tanpa tau akibat nya akan seperti apa nanti. Sakit, kecewa, amarah, Bingung bahkan hancur sekalipun. Luka tetap tidak pernah mau mengatakan bagaimana cara menyembuhkanya, ia selalu bungkam saat ditanya dan membuat sipemilik luka itu semakin terluka. Dan akhirnya luka itu menjadi duka yang teramat lara. Sebelum lanjut baca coba follow terlebih dahulu!! Semoga kita menjadi teman baik. Terimakasih...
All Rights Reserved
#694
perbedaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Restu Tuhan
  • Interweave
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • To Heal
  • Kalevi
  • Nathalea
  • HIDDEN I (The End)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Sebuah Rasa

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines