Sewindu Tanpamu (HIATUS)

Sewindu Tanpamu (HIATUS)

  • WpView
    Reads 1,116
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 21, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Sewindu tanpamu telah kulalui bersama luka yang bertubi-tubi kau torehkan dalam hatiku." (Arini) "Maafkan aku Arini, sewindu mempermainkan perasaan dan rindumu yang tulus padaku." (Shaka) "Berawal dari jingga dalam senja, aku menyukaimu tanpa sengaja." (Bara) Bagaimana rasanya tak bisa move on dari masa lalu dalam waktu yang lama? Menutup hati kepada siapapun yang mengetuk. Masih menunggu-nunggu walau kenyataannya ditinggalkan. Masih selalu berharap walau kadang tersakiti. Terlarut dalam luka yang nyata. Sewindu berlalu, tanpa dirinya. Semua teramu dalam kisah ini... Antara Arini, Shaka, dan Bara. Selamat membaca. 🌷 Jangan lupa follow ya 🌷
All Rights Reserved
#650
belajar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Altezza Reiki ( REPOST ULANG)
  • Dyara Dan Kisahnya [End]
  • BERISIK (END)
  • Maaf' (Revisi)
  • DRABIA [END]
  • Cold Boyfriend [Ending]
  • ALONE
  • HILANG [Segera Terbit]

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines