CABAR HATI

CABAR HATI

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2020
Berhubung dengan berbagai cerita yang sudah direncanakan akan dibuat. Namun tak juga kunjung selesai, dengan berbagai alasan dengan mengatas namakan rasa malas dalam diri. Sehingga, dalam rangka mengisi kekosongan waktu dan hati, aku berniat akan mengisi kekosongan itu dengan menulis beberapa puisi atau mungkin tidak cocok disebut puisi. Sering ku buat jika sedang bosan, ada waktu luang, atau bahkan patah hati dan rindu. Dengan harapan, jika kalian membaca puisi puisi yang ditulis, kalian bisa menemukan beberapa hal yang sesuai dengan apa yang kalian mau, dengan apa yang kalian sedang atau pernah rasakan. Puisi atau mungkin hanya semacam karangan otak saja. Ini aku mengambil sedikit potongan dari cerita "Life in Love" kemarin. Dengan segenap niat yang tidak membara, dengan keinginan yang tidak terlalu meluap, aku, akan menulis puisi itu dengan terlebih dahulu mengucapkan 'basmalah'. Begitu juga kalian yang hendak membaca, terlebih dahulu berdoalah, agar terhindar dari rasa bosan saat membaca, terhindar dari mood yang suka berubah ubah tanpa alasan. Katanya, pembaca wattpat itu cerdas cerdas, jadi akan tahu mana yang pantas di vote dan diberi like atau tidak. Disini aku tidak meminta kalian untuk melakukan itu, aku hanya berharap, kalian membaca, dan nyaman saat membaca tanpa ada rasa ngantuk, sakit gigi, atau mata kunang kunang. SILAHKAN MEMBACA!!
All Rights Reserved
#37
mengingat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Resital Sunyi (End)
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Lembut Seperti Doa
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Senja Dan Jingga
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines