Live in Bridle

Live in Bridle

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 12, 2020
Cantik, pandai, dan kaya. Semua itu tak membuat Freya Nerissa merasa puas dan bahagia akan kehidupannya. Hidup dengan kekangan Mamanya membuat Frey tumbuh menjadi gadis dingin dan tertutup. Apapun yang ia lakukan harus sesuai dengan keinginan sang Mama, termasuk nilai-nilai akademiknya di sekolah yang harus sempurna. Kesan dingin, angkuh dan cuek pada dirinya membuat teman-teman kelasnya tak berani untuk sekedar mendekatinya. Tak seperti remaja lainnya yang menghabiskan masa mudanya untuk bersenang-senang, Frey menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar dan belajar. Ditambah lagi kini kehadiran Emil mampu menyaingi dan menyingkirkan posisinya sebagai murid tercerdas di SMU Angkasa. Emillio Saguna, siswa pindahan tiga bulan lalu yang kini berada di kelas unggulan bersama Freya. Membuat Freya harus lebih giat lagi untuk belajar demi mempertahankan posisinya. Namun, tidak mudah untuk mengalahkan Emil. Tanpa perlu lama-lama belajar, Emil mampu menguasai materi dalam sekejap. Ditambah lagi, ia kerap kali mengganggu Frey dan meremehkan kemampuannya. Walau bagaimanapun, Frey harus tetap berusaha, atau ia akan berurusan dengan Mama-nya.
Todos los derechos reservados
#333
cerdas
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • To Choose an Enemy (End)
  • Love Vibes
  • Dua Hati di Antara Kata
  • Cowok Julid
  • IDOL [TAMAT]
  • Bad-Boy (Complete)
  • AURORA [END]
  • ARDHANI [ On-going ]
  • Trouble Maker [COMPLETED]
  • DRABIA [END]

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido