Tidak salah lagi. Nakula terbahak saat menyadari bahwa dugaan nya memang tidak pernah salah. Bahwa Tuhan memang lah adil. Dan bahwa roda kehidupan itu benar-benar berputar. "Liat diri kamu sekarang Jiya, menyedihkan." Nakula sedikit menunduk untuk melihat sosok adik kelas yang dulu selalu memperlakukan nya dengan buruk. Menunduk untuk melihatnya yang saat ini tengah meringkuk sambil menahan sakit diperutnya. "Ini yang dulu teman-teman kamu lakukan ke saya. Gimana? Apa rasanya menyenangkan sampai saya harus tertawa seperti yang dulu kamu lakukan?" Jiyarui bungkam. "Selamat datang di dunia saya Jiya. Selamat merasakan apa yang dulu saya rasakan selama lebih dari satu tahun. Penghinaan, kekerasan, kamu akan merasakan itu, tapi sayangnya bukan hanya satu tahun, tetapi sepanjang sisa hidup kamu."
More details