Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
CHASING HER

CHASING HER

  • WpView
    Reads 3,124
  • WpVote
    Votes 395
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 14, 2021
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Aku tidak akan pernah melepasmu pergi." Sandra yang sedang mengerjakan laporan akhir bulan miliknya, tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya mendengar pernyataan yang menurutnya terkesan sangat mengerikan itu. Seperti seorang pembunuh atau penguntit yang begitu terobsesi pada korbannya dan berencana untuk mengikuti sang korban di sepanjang hidupnya. Lebih tepatnya, sampai korban yang diincar menjadi miliknya seutuhnya. Mannuel berdecak pelan melihat wajah dingin nan anggun di hadapannya yang seperti tidak menganggapnya ada "Aku sedang berbicara padamu Sandra. Kau dengar?" sentaknya kesal "Lalu?" "Jawab aku." "Jawab?" "Ya. Jawab aku." "Kau mengeluarkan pernyataan dan bukannya sebuah pertanyaan untukku, Tuan Brixton." Eh? Ah tidak, Mannuel merasa bodoh mendengarnya. Sandra benar. Ia hanya melontarkan sebuah pernyataan pada wanita itu dan bukannya pertanyaan. Argh! Mengapa ia yang seorang miliarder muda dan dikenal semua orang ini harus selalu terlihat bodoh di hadapan wanita pujaanya. Payah! "Aku-" "Maaf, masih ada banyak hal yang harus kulakukan." potong Sandra tenang lalu mengangkat sebelah tangannya menuju pintu "Pintu keluarnya ada di sebelah sana. Terima Kasih." "Kau mengusirku?!" "Ya." Mannuel menyugar rambut gelapnya dengan desisan sinis yang langsung keluar dari bibirnya "Kau berani mengusirku?! Aku ini-" "Kau mau menyombongkan dirimu lagi? Baik, akan kudengarkan." * Dan begitulah bagaimana kedua insan ini dipertemukan oleh semesta. Baik tokoh, maupun penulis, sama sekali tidak tahu bagaimana cerita ini akan berakhir. Jadi silahkan tinggalkan komentar tentang bagaimana cerita ini harus berjalan. Cover by : Me
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cold Devil [#TDS2]
  • The Billionaire's Cold
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • BERLIN
  • My Intoxicating boss
  • Belongs to the Player
  • Gone.  Last Love

SELURUH KARYA MADE IN EARTH DILINDUNGI OLEH PROFESIONAL HUKUM PURE PUBLISHING!! PLAGIAT AKAN DIKENAKAN DENDA MINIMAL 500 JUTA DAN PENJARA MINIMAL 2 TAHUN [Darren - Annabelle] Konten Dewasa 21+ Punggung wanita itu membentur tembok dengan kuat. Lelaki yang menggendongnya seolah tidak mau melepaskan bibir yang sedang dilahapnya. Bergulat dengan nafsu seolah hanya bibir itu yang dapat meredakan dahaganya. Desahan kuat terdengar dari Annabelle ketika Darren menjilat leher hingga cuping telinganya dengan lidahnya yang panas nan lembab itu. Annabelle tidak dapat berpikir jernih. Tidak dapat berpikir kembali jika yang sedang mencumbunya adalah musuh bebuyutannya sendiri sedari kecil. Erangan serak terdengar dari Darren kita Annabelle ikut menjilati leher pria yang menggendongnya. Darren kembali mencium bibir Annabelle, memeluk punggung mungil wanita itu kuat-kuat dan berjalan ke arah ranjang dengan mulut yang masih mencium ganas wanitanya. Annabelle terlempar ke atas kasur. Darren segera menindihnya dan kembali mencium Annabelle dengan kasar. Minuman sialan. Kenapa Annabelle bisa terjebak dengan minuman yang sudah dicampur perangsang itu?? Darren menjauhkan wajahnya. Menatap Annabelle dengan napasnya yang berembus dari mulutnya tepat di depan mulut Annabelle. "Kau yakin dengan ini?" tanya Darren serak. Annabelle tahu jika seharusnya dia mendorong Darren dan pergi di hadapan pria itu. Namun rasa panas di sekujur tubuhnya membuat Annabelle tidak henti menggeliat dan tidak dapat berpikir jernih. Dengan wajah memerah dan mata berkaca, Annabelle menjilat cuping telinga Darren dan berbisik serak di sana. "Buka semuanya dan berhati-hatilah. Aku masih perawan." Ketika bertemu musuh, peperangan selalu datang. Dan percayalah, ketika bertemu musuh bebuyutan, malapetaka pun menghampiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines