About You

About You

  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 26, 2020
Lelah berjalan mengelilingi pusat pembelanjaan, mereka pun memilih salah satu restauran yang sering mereka datangi Tiba - tiba terlintas di otak Elyn untuk bermain truth or dare dengan Rey, ia hanya menganggukan kepalanya ketika Elyn mengajaknya bermain. Elyn mulai merogoh tasnya dan menemukan sebuah pulpen, yang langsung ia putar tanpa babibu terlebih dahulu. Pulpen berhenti tepat di depan Rey, laki - laki tersebut hanya dapat mengehembuskan nafas yang menandakan bahwa ia pasrah. "Gw pilih truth" kata Rey. "Siapa yang lo suka sekarang?" tanya Elyn dengan yakin. Mau tau kelanjutannya? baca dulu yuk ceritanya. ⚠️ cerita ini based on real life author sendiri,dan apabila ada yang membaca cerita dari v_anilla, akun tersebut milik sahabat author dan sebelumnya ia telah izin untuk membuat cerita tersebut. Thank you and happy reading🙌🙆‍♀️
All Rights Reserved
#422
real
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketraka Mafy
  • Love Game
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • REVANARA
  • Allena
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • GALANG [SELESAI]
  • Friendzone?
  • SECRET
  • You Are The Reason

[Story Completed] Harusnya Tuhan menciptakan waktu berjalan dua arah supaya aku bisa kembali ke masa lalu untuk menghapus semua penyesalanku. Penyesalanku karena aku menyia-nyiakan perasaanmu yang begitu tulus padaku, menyia-nyiakanmu yang pernah menjadi milikku. Jika ada yang harus aku sesali, itu adalah ketika aku baru menyadari bahwa perasaan ini muncul setelah kepergianmu. Dan aku menyesal karena tidak bisa mengulang waktu untuk memperbaiki segalanya. - Yolanda Amelia, 17. ⚫⚫⚫⚫ "Kenapa kamu mau nerima aku?" Satu alis Yola terangkat. "Apa maksud lo nanya kayak gitu?" "Ya gapapa sih." "Aku tau dari dulu kamu dingin banget sama aku, Yol. Tapi sekarang? Kenapa kamu malah nerima aku? Kenapa?" "Nggak sedikit yang bilang kalau kamu menerima aku karena permainan truth or dare yang kamu mainin sama teman-teman sekelas kamu. Kamu kena dare buat nerima laki laki yang nembak kamu, siapapun itu. Itu nggak bener 'kan?" Arya tersenyum miris. ⚫⚫⚫⚫ Ketraka Mafy Copyrights © 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines