Usia Bryatta bahkan belum genap tiga tahun, namun hidup telah memaksanya tumbuh dewasa sebelum waktunya. Baginya, panti asuhan bukan sekadar tempat tinggal, melainkan pengingat akan penolakan yang berulang. Setiap kali pintu harapan terbuka melalui adopsi, setiap kali itu pula ia dikembalikan layaknya barang yang cacat.
Kini, di balik sepasang mata kecilnya, tidak ada lagi binar harap akan hangatnya pelukan orang tua. Bryatta berhenti bermimpi. Namun, di tengah keputusasaan yang sunyi itu, mungkinkah masih ada satu ruang bernama 'rumah' yang benar-benar mau menerimanya tanpa syarat?
Start : 2 Juni 2025
Finish : -