Blessed By Darkness

Blessed By Darkness

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 28, 2022
Cerita yang berlatar dunia yang sudah diambil alih oleh kegelapan, Para penghuni kegelapan merayap masuk ke bumi dan menghancurkan hampir 30% dari umat manusia. Manusia hampir saja kehilangan harapan mereka untuk hidup, Tapi, Suatu keajaiban terjadi dan muncul lah kekuatan yang disebut HOLY BLESSED, Mulailah latar cerita berganti. 1000 tahun setelah dunia berubah peradaban mulai maju, namun naas sesuatu terjadi, mengakibatkan hancurnya 90% populasi umat manusia. Maka cerita ini berlanjut di 1000 tahun setelahnya, setelah manusia kehilangan peradaban modern nya, dan mulai masuk ke era pembangunan. Cerita ini akan terfokus pada Yoru dan Kuro, untuk melampiaskan dendam mereka pada dunia. Yang satu meratapi masa lalu, Yang lain membalaskan dendamnya pada dewa. Note: First Person Pov = "01" Third Person Pov = "03" Agar lebih mudah dibaca
All Rights Reserved
#105
notreal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow Order
  • Crystal Of Peace
  • " SATRIA "
  • The Exorcist: Descendant of the King
  • Reincarnated In Isekai Worlds (Slow Update)
  • Desa Tumbal Perawan
  • Life in the Dark
  • The Exorcist: Holy Grail ✔
  • SECRET 2 : DEBARANDIN

Manusia selalu saja serakah dan tidak dapat berdamai sesamanya. Perang telah menghancurkan peradaban yang lemah dan memperkokoh keberadaan peradaban yang kuat. Manusia tak ubahnya binatang yang lain. Terus berulang hingga Perang Tiga Puluh Tahun terjadi. Tidak hanya melibatkan dua atau tiga negara, tapi melibatkan seluruh dunia, membuat dunia jatuh ke dalam krisis. Kemudian, hal itu terjadi. Sebuah kekuatan meninggalkan lubang raksasa yang bahkan terlihat jelas dari angkasa. Dunia ini mengenal kekuatan itu sebagai Phantom. Perang terhenti karena mereka sekarang diteror ketakutan akan kekuatan besar itu. Mata mereka saling menaruh curiga. Satu-satunya yang menjadi landasan perdamaian adalah ketakutan. Biarlah, manusia memang butuh ketakutan agar mengetahui betapa lemahnya mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines