I'm Invisible

I'm Invisible

  • WpView
    مقروء 619
  • WpVote
    صوت 15
  • WpPart
    فصول 3
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أربعاء, يولـ ٨, ٢٠٢٠
WpInfo
روائيّة
عاطفيّة
"Pernah gak, sih, lo ngerasa kesepian dalam keramaian, jadi pihak yang cuma diam saja ketika semua orang bisa tertawa tanpa beban?" Hidup Qintara Safelita berubah drastis semenjak pernah menjadi korban bullying saat di bangku SMP. Belum lagi, permasalahan keluarga gadis itu yang masih ditutup rapat-rapat semakin membuatnya enggan membuka diri. Qinta berubah menjadi orang yang insecure, pendiam, irit bicara, dan sulit berekspresi. Kata monoton rasanya menjelma begitu nyata setiap harinya. Apalagi, ditambah berteman dengan orang-orang 'eksis' macam Vindy-juara angkatan yang sering mengikuti olimpiade fisika, atau pacarnya, Ersha-kapten futsal yang disegani banyak kaum hawa, semakin membuatnya merasa tertekan karena hanya dianggap sebagai teman A. Akankah ada seseorang yang membawa Qinta dari lembah kegelapan dan mengajak gadis itu untuk lebih sedikit menikmati hidup?
جميع الحقوق محفوظة
#391
introvert
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • He is not My Best Friend (End)
  • Insecure [REVISI]
  • Sour Seventeen
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Air Mata Elara
  • Holla, Hiper! (Complete)
  • Sweet Girl [COMPLETE]
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • Imaginary Boyfriend

Kata orang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak semuanya berjalan mulus. Tahu kenapa? Ya, karena pasti akan terlibat sebuah perasaan. Perasaan yang entah itu hanya dimiliki satu orang saja, ibarat bertepuk sebelah tangan. Atau juga perasaan yang terbalas, istilahnya kedua-duanya memang memiliki rasa yang sama. Awalnya aku mengenyah hal tersebut, karena selama ini aku bisa hidup dengannya sejak kecil tanpa terlibat perasaan. Iya, itu pada saat aku masih menginjak kelas delapan sekolah menengah pertama. Waktu terus berjalan. Sampai pada akhirnya, perasaan yang ku genggam erat dan tak akan mungkin menyukai sahabatku sendiri, nyatanya pupus. Saat kelulusan kelas sembilan aku baru sadar. Kalau aku memiliki rasa sayang bahkan cinta pada sahabatku sendiri. Namun, sampai saat ini aku tidak tahu. Apakah kami memiliki rasa yang sama atau hanya aku yang memiliki rasa seperti itu? Jadi, apa ini akan berakhir cinta bertepuk sebelah tangan? Photo cover by pinterest. Created by me and don't copy my story!

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى