Clivora Cirrus

Clivora Cirrus

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 4, 2025
Refugio merupakan dunia yang indah sebelum makhluk kegelapan yang dinamakan impius memporak-porandakannya dan hingga kini belum menjadi dunia yang damai seperti sebelumnya. Refugio dihuni oleh manusia dan hewan magis. Kebanyakan bangsawan Refugio memiliki bakat sihir yang merupakan berkat dari Dewi Fulqentius. Karena rakyat biasa di Refugio tidak memilikinya, maka pria dan wanita bangsawan beserta keturunannya berkewajiban ikut andil dalam pemusnahan impius. impius memiliki bentuk seperti manusia dan juga seperti hewan magis yang dikelilingi aura hitam pekat. Impius tingkat tinggi dapat menyerupai manusia dan bisa menyembunyikan aura hitamnya. Di kerajaan Shamal terdapat akademi yang bertujuan khusus untuk menciptakan kedamaian bagi rakyat Refugio. Akademi tersebut terletak di pegunungan yang selalu tertutupi kabut. Clivora Cirrus sebutannya. Alumnus akademi tersebut tidak diragukan kemampuannya untuk membantu mengalahkan impius dan salah satu alumnusnya yang terkenal adalah Jeiyant Ignotus Gathias. Berkat dirinya, serangan impius terhadap negara-negara yang ada di Refugio berkurang drastis sehingga status Refugio dikatakan hampir damai. Kurang lebih seperti itulah cerita yang sering sekali diperdengarkan oleh Jeiyant kepada Sherancia anaknya. Belum lagi ada buku yang entah siapa pengarangnya namun Jeiyant jugalah yang jadi tokoh utamanya. Mengapa Sherancia tahu? Karena dirinya sudah membaca seluruh buku tersebut dan bahkan dirinya membaca ulang buku-buku tersebut beberapa kali. Sherancia tidak munafik bahwa buku-buku tersebut merupakan kisah petualangan yang hebat, mendebarkan dan terasa nyata. Tetap saja Sherancia menganggap ayahnya memiliki kelainan narsisme akan tetapi setelah dirinya terbangun di tengah hutan dan bertemu Reyyant Ignatius Gathias Raja Kerajaan Avra dirinya tidak bisa lagi menganggap bahwa kisah-kisah tersebut hanyalah dongeng fantasi biasa. Kelanjutan hidup Sherancia di Negeri Refugio dimulai dari sekarang!
All Rights Reserved
#11
hugo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ivory In The Serpent's Nest
  • Transmigrasi: Tokoh yang Tak Pernah Ada [END]
  • The Black Room
  • 𝚆𝚊𝚛𝚒𝚜𝚊𝚗 𝙰𝚛𝚔𝚊𝚗𝚞𝚖
  • Elemen Terkuat. [ON GOING]✍️
  • When an Antagonist becomes Heroine
  • [SKYNANI] Redline of Destiny [END]
  • The Miracle Of Crystals
  • DERSIK

Di antara koridor-koridor berliku Hogwarts, tempat sejarah dan rahasia terjalin dalam bayangan lilin yang berkelip, seorang gadis Gryffindor melangkah tanpa menyadari bahwa langkahnya akan membawanya lebih dalam ke sarang ular. Hermione Granger, seorang penyihir yang selama ini berjalan di jalur hitam dan putih, tak pernah mengira bahwa ada abu-abu yang memikat, mengundang, dan berbahaya. Di balik pilar-pilar batu yang dingin, di antara bisikan Slytherin yang penuh sindiran dan tatapan yang selalu menilai, berdiri seorang pria yang namanya jarang disebut, namun bayangannya menjalar seperti racun. Lucian Bole. Terasing dari kaumnya sendiri, ditolak oleh darahnya, dan dihantui oleh warisan yang tak seorang pun benar-benar pahami. Ketika kebencian menjadi obsesi. Ketika batasan antara perang dan gairah mulai kabur. Ketika seorang Gryffindor tersesat di sarang ular, dan seorang Slytherin menemukan kehangatan di antara api yang seharusnya membakar mereka berdua. Di tengah konspirasi yang membayangi setiap lorong Hogwarts, di antara malam-malam yang semakin panjang dan perang yang semakin dekat, mereka dipertemukan oleh konflik, diikat oleh perbedaan, dan diuji oleh sesuatu yang lebih menakutkan dari kutukan mematikan-perasaan yang tak seharusnya ada. Selamat datang di dunia di mana cinta dan kebencian menari dalam gelap. Selamat datang di Ivory in the Serpent's Nest. • Hermione Granger • Lucian Bole

More details
WpActionLinkContent Guidelines