ARRAYAN

ARRAYAN

  • WpView
    Reads 312
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Waktu adalah suatu hal di dunia ini yang sangat berharga, waktu tidak bisa dibeli dengan uang meski kita adalah orang terkaya di dunia, waktu tidak bisa diputar kembali walau sudah kita putar balik jam yang kita miliki, waktu akan sangat berharga jika kita melakukan hal yang bermanfaat untuk diri kita maupun orang lain, waktu juga akan sia-sia jika kita melakukan hal yang tidak berguna atau berbuat hal yang akan kita sesali di masa depan hanya kata andai yang selalu bibir kita ucap jika waktu kita sia-sia. Seperti halnya untuk Arrayan pemuda cerdas, ramah, dan selalu tersenyum dalam kedaan apapun, ya pemuda itupun akan tersenyum sekalipun pada orang yang menyakitinya. Arrayan selalu berharap setiap detik waktu yang ia jalani ia bisa bermanfaat bagi orang lain dan Arrayan berharap sang pemilik waktu memberi ia kesempatan untuk mendapatkan apa yang selama ini ia perjuangkan sebelum waktu yang ia punya berhenti detik itu juga atau sebelum ia menyerah untuk mendapatkan apa yang selama ini ia perjuangkan. " Tuhan tolong berilah aku sedikit lagi waktu karna apa yang aku perjuangkan selama ini sedikit lagi bisa kucapai... " Apakah ia akan menyerah dengan sendirinya atau sang pemilik waktu yang membuat dirinya tidak bisa mencapai apa yang selama ini ia perjuangkan.
All Rights Reserved
#17
arrayan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • MY BROTHER (kaisagi)
  • Evanescent [END]✓
  • Adek Abang || END
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Hyacinth
  • R I N D U
  • Become Baby Boy✓

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines