ARRAYAN

ARRAYAN

  • WpView
    Reads 312
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2020
Waktu adalah suatu hal di dunia ini yang sangat berharga, waktu tidak bisa dibeli dengan uang meski kita adalah orang terkaya di dunia, waktu tidak bisa diputar kembali walau sudah kita putar balik jam yang kita miliki, waktu akan sangat berharga jika kita melakukan hal yang bermanfaat untuk diri kita maupun orang lain, waktu juga akan sia-sia jika kita melakukan hal yang tidak berguna atau berbuat hal yang akan kita sesali di masa depan hanya kata andai yang selalu bibir kita ucap jika waktu kita sia-sia. Seperti halnya untuk Arrayan pemuda cerdas, ramah, dan selalu tersenyum dalam kedaan apapun, ya pemuda itupun akan tersenyum sekalipun pada orang yang menyakitinya. Arrayan selalu berharap setiap detik waktu yang ia jalani ia bisa bermanfaat bagi orang lain dan Arrayan berharap sang pemilik waktu memberi ia kesempatan untuk mendapatkan apa yang selama ini ia perjuangkan sebelum waktu yang ia punya berhenti detik itu juga atau sebelum ia menyerah untuk mendapatkan apa yang selama ini ia perjuangkan. " Tuhan tolong berilah aku sedikit lagi waktu karna apa yang aku perjuangkan selama ini sedikit lagi bisa kucapai... " Apakah ia akan menyerah dengan sendirinya atau sang pemilik waktu yang membuat dirinya tidak bisa mencapai apa yang selama ini ia perjuangkan.
All Rights Reserved
#758
waktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Kue Stroberi Tahun Depan
  • Adek Abang || END
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • R I N D U
  • save me
  • Hyacinth
  • alur waktu
  • OUR PROMISE
  • AYARA [END]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines