Ayo Pulang

Ayo Pulang

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2023
Hai. Jarimu berhenti pada cerita ini karena mungkin sebagian kecil dari dirimu membutuhkan sesuatu. Mungkin kamu merasa hidupmu saat ini sangat melelahkan dan membuatmu muak hingga untuk bertahan pun rasanya sulit. Tapi, tidak apa-apa. Jalan dalam hidup memang tidak pernah mulus-mulus saja, kan? Itu wajar, tentu saja, aku mengerti. Tapi, saat ini kamu sedang bertemu denganku. Mari istirahat sebentar dan lihatlah mungkin dalam ceritaku ada sesuatu yang kamu butuhkan. Jika sudah, ayo pulang, kembali pada hidupmu dan menjadi lebih kuat lagi.
All Rights Reserved
#382
pulang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Life is Between ✓
  • PRISON [END]
  • Hot Daddy
  • No Voice (BL 18+) [COMPLETE]
  • Cerita Tentang Kita
  • If I Die, Will You Listen?
  • Cinta Tapi Cinta?
  • SWEET LEMONS [✔]
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines