Seorang gadis membuka matanya karena sebuah suara yang sangat familiar baginya sudah terdengar. gadis itu adalah Elena Agatha Ainsley, seorang gadis blasteran yang memiliki sifat baik ,penyayang, cerewet dan blak-blakan.
"yuk berangkat kampus. udah mau jam 8 nih." suara seseorang yang sangat elena sayangi. Ia adalah Pandu Candra Ainsley. Satu-satunya kakak kandung yang Ia miliki selain eyangnya.
orang tua mereka telah bercerai sejak 4 tahun silam meninggalkan kedua anak mereka dengann sang eyang.
Sesampainya di kampus, elena segera berlari menuju ruangan administrasi untuk menyerahkan berkasnya. Saat itu juga tubuhnya menabrak tubuh kokoh seorang lelaki.
"loh apa-apaan sih, tuh kan berkas gue jatuh semua. nggak punya mata yah loh." elena memandangi laki-laki itu dan memarahinya padahal jelas-jelas dia yabg menabrak laki-laki bertampang cuek itu..
laki -laki yang ditabrak elena adalah Ewald Aldrich Keitato seseorang dengan perawakan yang tinggi dan tampan. namun sifatnya sangat cuek, dingin , irit bicara dan tidak peduli dengan keadaannya.
Ewald hanya memandangi elena kemudian kembai melangkah menunggu giliran di panggil.
7 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
7 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
Jika mencintai mu adalah luka
Maka luka itu
Akan menjadi candu ku:) "
_-arsyila quen Graziella-_
"Lepas tanggan aku, " Pinta gadis itu
"Lo habis dari mana" Tanya leleki itu Yang melihat gadis tersebut dengan tatapan yang tak bersahabat
"Apa peduli kamu, " Ucap gadis itu sambil tersenyum sinis lalu berjalan melewati pria tersebut
"Gue suami lo, " Ucap pria tersebut dengan nada tinggi lalu mencekram tangan gadis tersebut
"Sakit Al " Ucap gadis itu sambil meringis kesakitan
"Jawab dulu Pertayaan gue lo habis dari mana semalaman gak pulang, " Ucap pria itu sambil menguatkan cekramannya
✤✤✤✤
Pengen teriak yang kencang bangett....
Cuma mau bilang;
"Aku capek!! Aku juga pengen kamu ngertiin"
"Jangan tuntut aku terus!! "
"..... Aku bukan robot yang gak punya perasaan"
"Tolong mengerti sekali saja" Ucap wanita itu sambil berteriak mengambil kursi lalu memecahkan jendalanya.
"tanpa kamu sadari lelaki egois, dan keras kepala ini, selalu memikirkan bagaimana cara membahagiakanmu, dan bagaimana caranya agar kamu bangga memilikinya namun nyatanya itu hanya luka bagimu"
_-altezza satria ardhana-_