Near You

Near You

  • WpView
    Membaca 744
  • WpVote
    Vote 54
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jan 12, 2021
"Makin besar makin mirip mamahnya." "Makin besar makin mirip papahnya." Begitulah yang orang-orang katakan pada anak kembar itu. Tentang bagaimana kisah Rena dan Gerald bersama anak-anak mereka yang menginjak usia remaja. Tentang Alya dengan sejuta kemiripannya dengan ibunya. Dan juga tentang Arka yang mengambil hampir keseluruhan kemiripan ayahnya. Juga tentang kehidupan keluarga kecil dengan berbagai kejutan di dalamnya. [SEQUEL DISTANCE. TAPI BUAT YANG NGGAK BACA DISTANCE JUGA GAK PAPA. CERITA INI PUNYA SUASANA BARU KAWAN-KAWAN......] background cover by: pinterest
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#31
rena
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Rapuh Lalu Retak (RLR)
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Jejak Waktu [Complete]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • DEVIAN [END]
  • Untung Sayang
  • Friendship In Love
  • Bitter Sweet [END]
  • No Longer Mate

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan