Melisya Story

Melisya Story

  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 1, 2020
Hening, itulah yang kurasakan ketika berada di mobil bersama Papi, rasanya ingin keluar saat ini juga.Walau pun sebenarnya ramai dengan suara kemacetan di luar sana. "Gimana sekolah barunya, Mel?" tanya Papi memecah keheningan. "Bagus" ucapku singkat sambil melihat ke luar jendela. "Kamu suka?" tanya Papi lagi. Aku hanya mengangguk kecil tanpa melihat ke arah Papi.
All Rights Reserved
#284
kebohongan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • GIBRAN Dan Luka Nya ..
  • Sahabatku Cintaku: Tersimpan [Republish]
  • Albel
  • waktu tak sama [HIATUS]
  • Semesta untuk sean
  • miskin harta kaya cinta
  • SI BUNGSU ADELL
  • henan dan luka
  • Sebelum Luka

senapati van der veen tak pernah mengira bahwa hari pertamanya di sekolah baru akan menjadi awal dari mimpi buruk yang nyata. semua tampak biasa saja-hingga ia menyadari sesuatu yang mengerikan: bayangannya telah menghilang. di sekolah ini, para murid hidup dalam keheningan yang tidak wajar, seolah ada sesuatu yang menahan mereka. para siswa baru dipaksa menandatangani sebuah perjanjian, tetapi tak ada yang benar-benar memahami konsekuensinya. bisikan-bisikan samar, lorong-lorong yang terasa lebih panjang dari seharusnya, dan tatapan kosong para murid lain membuat senapati semakin yakin-ada sesuatu yang mengurung mereka di sini. bersama natalie zhukova, seorang gadis yang tampaknya mengetahui lebih banyak dari yang ia katakan, senapati mulai mengungkap rahasia kelam sekolah ini. jiwa-jiwa yang terperangkap, janji-janji palsu akan kebahagiaan, dan sosok yang pernah ia kenal-kakaknya sendiri, maheswari van doorn veen. tetapi untuk membebaskan mereka semua, senapati harus menghadapi kebenaran yang jauh lebih mengerikan: siapa sebenarnya yang mengendalikan sekolah ini? dan apa harga yang harus ia bayar untuk melarikan diri? "di sekolah ini, kau bukan hanya seorang murid. kau adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar. dan begitu kau masuk... kau tidak akan pernah keluar dengan cara yang sama."

More details
WpActionLinkContent Guidelines