Luka (√)

Luka (√)

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadKumpleto Sun, Jun 14, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Adakah kesempatan hatiku singgah?" tanya Enrique dengan jantung berdegup 'tak beraturan. "Ah ... Sungguh aku tidak paham maksud perkataanmu." Quenta menatap Enrique dengan sorot ingin tau. "Aku mencintaimu, apakah ada ruang bagiku di hatimu? Aku ingin kamu menjadi bagian dariku." "Sungguh maafkan aku Riq, aku tidak bisa." Kilasan ingatan bermunculan dari kepala Enrique. Masa dimana dirinya menyatakan perasaan kepada seorang wanita, dengan akhir yang membuatnya tidak bisa melupakan itu sampai sekarang. Cerpen ini diikut sertakan dalam kontes musim semi 2020: Memory lane of spring
All Rights Reserved
#55
memorylaneofspring
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Backstreet
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • RAFA
  • I. When your smile has gone
  • (N)ever Be Real [END]
  • ARGATA (COMPLETED)
  • Regaska (Completed)
  • ESCOGER : Memilih [COMPLETED]✔️

(Cover by pinterest) (Sedang tahap revisi) Saat dirasa nafas keduanya hampir habis, Edgar pun melepas tautannya. Dengan kening yang masih menempel satu sama lain, Edgar berbisik pelan. "Janji mau nurutin perintah gue?" Keesha yang tengah berusaha menetralkan detak jantung dan nafasnya yang sedikit terengah pun hanya bisa menatap Edgar tanpa berkedip. "Jangan deket sama cowok manapun termasuk Adrian," perintahnya dengan nada pelan tanpa menghilangkan syarat akan penekanan didalamnya. "Aku gak suka." Aku? "Janji?" tanya Edgar menyadarkan Keesha dari lamunannya akan panggilan Edgar tadi. "Iyan itu pengecualian," ujar Keesha mencoba bernegosiasi. Keesha mana bisa menjauhi sahabatnya itu. "Gak ada pengecualian. Siapapun itu aku tetep gak suka kamu deket sama cowok lain," tegas Edgar. Lalu tatapannya kembali terpaku, menatap kearah bibir Keesha. Sejenak hanya ada hening menyelimuti. Sampai terdengar helaan nafas keluar dari mulut Edgar. "Maafin aku." Dan lagi, Edgar melakukannya lagi. Kali ini lebih dari yang pertama. Entah bagaimana keadaan Keesha saat ini. Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan keadaanya sekarang. *** Tidak selamanya aku dan kamu menjadi kita. Ada kalanya kita adalah aku, kamu dan dia. Karna kita adalah rasa yang tepat, diwaktu yang salah. Tanggal publish 26 april 2020

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman