Andra & Alina

Andra & Alina

  • WpView
    Reads 402
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2020
⚠️[Teenfic-Spiritual]⚠️ Dalam masa pencarian jati diri, seorang remaja yang berbuat nakal mungkin sudah menjadi hal yang wajar di sebagian sudut pandang orang. Akan tetapi apa jadinya bila seorang remaja nakal juga menjelma sebagai sosok anak yang penuh peduli terhadap sesama? Dia adalah Andra; sosok pemuda yang memiliki segala cerita berliku di masa pencarian diri. Seorang makhluk tampan yang berhasil membuat seisi sekolahnya gempar hanya dengan satu jentikan jari. Dalam satu waktu, Andra juga bisa dikatakan sebagai idola bagi para remaja meski segudang ulahnya terbilang sangat memusingkan kepala. Dan Alina, dia adalah sebuah perantara yang bisa menjadikan Andra lebih baik dari sebelumnya. Maka di sinilah kisah mereka akan dituangkan...
All Rights Reserved
#447
highscool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Sayang
  • Vous Me Voyez? ✔️
  • FORTE [COMPLETED]
  • F A K E ? [End]
  • Our Years
  • Adek Kelas ✔ [COMPLETED]
  • A L G A R I S  (Selesai)
  • A & A

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines