Lee
  • WpView
    Reads 266
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 2, 2021
Kau selalu bisa membuatku menjadi Alena Kalisya yang sesungguhnya, Lee. Aku belajar banyak hal darimu, kau lebih mengerti diriku. Meskipun aku terlalu menyebalkan untukmu, namun kau tidak pernah bosan untuk bersamaku. Menciptakan cerita yang tidak akan pernah ku lupakan. Cerita kita sangat berkesan bagiku Lee, terukir indah disebuah tempat yang selalu ku jaga, berat untuk menutupnya begitu saja. Akan tetapi, aku menyadari banyak dari mimpimu yang memang bukan bersamaku. Kini aku mengerti, mencintai dengan tulus yang selama ini ku cari, akan ku berikan untukmu, dan akan selalu untukmu, Lee.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • FRIENDzone (Completed)
  • Fake Love (On going)
  • MANUSIA BATU (HIATUS)
  • Pal In Love
  • Just See U From Afar
  • Only You [Slow Update]
  • DIRA [COMPLETED]
  • Love In FriendZone [TAMAT]
  • Friendzone | END |
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines