SORAI
  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2020
Tatkala semesta gagal membawa kita pada kata bersama. Namun, setidaknya kita bersorai karna pernah dipertemukan pada akhirnya. --- Kanara bersembunyi dibalik topeng persahabatan. Lantaran rasa akan menjauhkan apa yang dia punya. Segalanya menjadi sebuah keharusan. Melukis kesakitan dengan lengkung senyum yang tergambar. Antares lelaki terpeka akan rasa. Tetapi, bodohnya dia tidak pernah membuka mata. Selaka tidak peduli pada semua yang terjadi. Padahal segalanya berawal dari sini. Hingga kejujuran membawa pada waktu untuk ditunjukan. Segala bingkai kenangan yang telah terukir sirna hanya karena ke- asingan semata. Mereka pernah ada. Bersama selamanya. Hingga selamanya hilang membaur mereka dalam kenang. Akankah takdir berbaik hati?. Mengijinkan bahagia singah sebentar saja dalam kisahnya. --- Let's get it for reading my stroy :)
All Rights Reserved
#172
army
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Senja Tanpa Senyum [END]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • SEMESTAKU
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • LED ASTRAY
  • What Is The Meaning Of Waiting? -END-
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines