Story cover for CONCENDO || SOOGYU by tsundareyeon
CONCENDO || SOOGYU
  • WpView
    LECTURAS 9,609
  • WpVote
    Votos 977
  • WpPart
    Partes 18
  • WpView
    LECTURAS 9,609
  • WpVote
    Votos 977
  • WpPart
    Partes 18
Continúa, Has publicado jun 14, 2020
Apakah mencintaimu adalah sebuah kesalahan?

Lalu bagaimana aku menebusnya?

Kalau harus melepasmu, itu bukanlah bukti bahwa aku mencintaimu Soobin


Baiklah. Mari kita lakukan, Choi Beomgyu. Kurasa aku tertarik padamu.

Namun, ketika kita usai, tidak ada lagi kata kembali. Karena aku tidak suka mengulang hal yang sama.


Masih terdapat banyak kekurangan dalam penggunaan bahasa baku yang baik dan benar. Aku harap pembaca tetap menikmati dan terhibur dengan cerita ini.



Ada beberapa part yang menggambarkan rate M
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir CONCENDO || SOOGYU a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#55choisoobin
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
[Yeongyu / Beomjun] SURGA KITA SENDIRI - COMPLETED ✅ de trashbeans_
10 partes Concluida Contenido adulto
"BEKAL buat siapa?" Beomgyu mendongak. Atensinya berpindah dari kotak bekal lucu di atas meja ke wajah ibunya yang mengernyit penuh tanya. Habis, tidak biasanya Beomgyu menghias bekal makan siang sampai selucu ini. Sempat bingung sedetik harus jawab apa, akhirnya Beomgyu menggeleng. "Buat aku. Makan siang." "Tumben." "Makan siang sama Yeonjun," imbuhnya lagi. Alis ibunya sedikit terangkat. "Oh, yang akhir-akhir ini suka numpang Wi-Fi di sini?" "Numpang Wi-Fi sambil ngerjain tugas, Ma. Iya, Yeonjun yang itu." Tak ingin terperangkap lebih dalam oleh ribuan pertanyaan lain dari ibunya yang ia yakini ada, yang ia tahu juga bahwa mata sang ibu sedang mengekorinya dengan curiga, maka Beomgyu segera menyelesaikan aktivitas menghias bekal itu. Ia buru-buru kabur meninggalkan dapur karena salah tingkah, tidak ingin sampai ibunya menangkap gelagat lain yang ia munculkan dengan tidak sengaja. Seperti, misalnya, pipinya yang mendadak jadi merah muda, atau suara degup jantungnya yang seolah bisa menembus rongga dada. Sedapat mungkin ia harus lari dari pertanyaan yang tak ingin ia jawab. Tapi sayang, ibunya selalu lebih cepat daripada apa pun. "Cuma buat makan sama Yeonjun, tapi kok bekalnya dihias sampe seniat itu? Ada apa?" Mati. Apakah ini salah satu tanda ibunya mulai curiga? --- Genre: School-life, Boys Love, Hurt/Comfort, Heavy Angst with Sad Ending Rating: R Trigger warning: Homophobic environment, rejection, character death (tragically), physical and verbal abuse, violence, abandonment.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
[Yeongyu / Beomjun] SURGA KITA SENDIRI - COMPLETED ✅ cover
How To Love You -Choi Yeonjun- cover
Rona Sastra - TaeGyu Story [✓] cover
Bukan tentangmu cover
Pulchritude -side B- | yeongyu/beomjun cover
Coalesce [Taegyu] cover
Mask Love cover
How Feels? || Choi Yeonjun ✓ cover
My Favorit Boy❣ ✔ cover
Sorry ─Soobin TXT✔ cover

[Yeongyu / Beomjun] SURGA KITA SENDIRI - COMPLETED ✅

10 partes Concluida Contenido adulto

"BEKAL buat siapa?" Beomgyu mendongak. Atensinya berpindah dari kotak bekal lucu di atas meja ke wajah ibunya yang mengernyit penuh tanya. Habis, tidak biasanya Beomgyu menghias bekal makan siang sampai selucu ini. Sempat bingung sedetik harus jawab apa, akhirnya Beomgyu menggeleng. "Buat aku. Makan siang." "Tumben." "Makan siang sama Yeonjun," imbuhnya lagi. Alis ibunya sedikit terangkat. "Oh, yang akhir-akhir ini suka numpang Wi-Fi di sini?" "Numpang Wi-Fi sambil ngerjain tugas, Ma. Iya, Yeonjun yang itu." Tak ingin terperangkap lebih dalam oleh ribuan pertanyaan lain dari ibunya yang ia yakini ada, yang ia tahu juga bahwa mata sang ibu sedang mengekorinya dengan curiga, maka Beomgyu segera menyelesaikan aktivitas menghias bekal itu. Ia buru-buru kabur meninggalkan dapur karena salah tingkah, tidak ingin sampai ibunya menangkap gelagat lain yang ia munculkan dengan tidak sengaja. Seperti, misalnya, pipinya yang mendadak jadi merah muda, atau suara degup jantungnya yang seolah bisa menembus rongga dada. Sedapat mungkin ia harus lari dari pertanyaan yang tak ingin ia jawab. Tapi sayang, ibunya selalu lebih cepat daripada apa pun. "Cuma buat makan sama Yeonjun, tapi kok bekalnya dihias sampe seniat itu? Ada apa?" Mati. Apakah ini salah satu tanda ibunya mulai curiga? --- Genre: School-life, Boys Love, Hurt/Comfort, Heavy Angst with Sad Ending Rating: R Trigger warning: Homophobic environment, rejection, character death (tragically), physical and verbal abuse, violence, abandonment.