PANCA (Manusia Setengah Singa)

PANCA (Manusia Setengah Singa)

  • WpView
    Leituras 17
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, jun 15, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Panca, manusia setengah singa. Dia anak yang di anggap sampah di sekolahnya. Selalu membuat keributan dan keonaran, dan suatu hari dia bertemu dengan seorang profesor yang mengubah hidupnya dan wanita yang selalu menemaninya. Namaku Panca Purnama, orang-orang biasanya memanggilku Panca.Ini hari pertama aku masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas.Sekarang aku duduk di kelas 12 SMA (tepatnya 12 IPA). "Hai bro, tungguin," Panggil Geral memanggilku dari belakang saat aku berjalan menuju gerbang sekolah. Ini Geral Gibastian, sahabat satu kelasku.Dia sahabat yang selalu perhatian kepadaku. kringg kringg kringg Bel masuk terdengar nyaring di aula sekolah. Mereka yang masih di luar kelas berlari menuju ke dalam kelas.
Todos os Direitos Reservados
#9
panca
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • 250 Km/Jam
  • Hi, High School
  • La Vista : Love Story
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Agrafaz || (immediately published)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • CANTIKA
  • Three Little Words (2021)
  • Kelas A [End]

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo