Story cover for OFF by hanifaamutia
OFF
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jun 14, 2020
"Pira, aku kesini bawa motor tau, kebut kebutan yuk kayak biasanya" Davira tetap diam tak menjawab. 
"anjir kayak ngomong sama tembok gua" Batin Alendra

***

"jangan bodoh Dira, pergi dari sini kamu harus pergi, cepat" Kenzo mendorong Davira dengan tenaga yang masih tersisa. 
"Alendra, aleee.." teriak Kenzo dengan suara tertahan. Kenzo berusaha berdiri mendekati Alendra.
"Alendra, kamu masih kuatkan? Bawa Dira pergi dari sini" pinta Kenzo pada sahabatnya, Alendra. 
"enggak aku enggak mau, kita pergi sama sama"potong Davira.
All Rights Reserved
Sign up to add OFF to your library and receive updates
or
#15davira
Content Guidelines
You may also like
F A K E ? [End] by zeevadeva__
58 parts Complete
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
SPOILEDBOY by eggazahra
22 parts Complete
👋👋👋👋👋 ⚠️ Cerita ini mengandung alur yang tidak jelas dan banyak kata kata kasar yang berserakan seperti sampah ⚠️ Alur cerita hanya sekedar haluan author yang sangat tidak jelas ✍️ 👌👌👌✌️🤞✌️🤞👌👌 Tanya ean " lu pulang sama siapa " Jawab aletta " kepo banget si Lo " Ucap ean " pulang sendirian ya, motor lu mana " Jawab aletta kepo banget si Lo " Pulang bareng gua " " gak akan " " Di bandingkan jalan kaki lu, labuh baik ikut bareng gua " " Lu pikir gua se miskin itu sampai sampai pulang jalan kaki " " Cepet naik " " Gak " " Cepet " " Gak " " Cepet " " Gak usah maksa " " Naik gak " " Dasar cowok aneh, udah aneh pemaksa lagi " " Terserah gua " " Cepat naik " " Gak usah maksa kalau gak mau ya gak mau " " Kalau gua maunya maksa gimana, udah gak usah banyak ngomong ceper naik, di kasih tumpangan gratis juga, di sini banyak Lo yang mau di anterin pulang sama gua " " Yaudah sana sama orang yang mau pulang sama Lo aja, gua gak mau pulang sama lo " " Gua maunya Lo " " Tapi guanya gak mau " " Cepet naik susah banget sih nih cewe " " Cepet naik pulang bareng gua atau mau gua tabrak Lo dari belakang " " Dasar cowo kasar, udah kasar jelek lagi " " Terserah Lo mau Lo anggap gua jelek atau pun apa terserah " Intinya gua mau pulang bareng Lo Nih orang keknya gila deh, aneh banget jirr. Iya gua gila karena Lo. Dih anjirr dia denger lagi Dih kagak jelas lu Ya kan yang jelas cuma cinta gua ke Lo Nih cowo makin aneh aja. Udah jangan banyak bacot cepet naik, udah telat nih, gua harus kumpul sama teman teman gua. Aletta pun males kalau perdebatan yang tidak jelas ini makin panjang dan akhirnya Aletta memutuskan untuk..... Akhirnya aletta pun naik juga tuh ke motor.
IMDL by Nayuna12
39 parts Ongoing
hanya ada kesunyian di antara keduanya sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sang gadis untuk memecah keheningan. "Avinn, Aku kalo jadi princess cocok gak?" Tanya Nabila sambil menatap berbinar ke arah Alvino. "Cocok.. " "jadi nenek sihir nya" lanjut nya sambil menahan tawa melihat ekspresi Nabila yang sudah cemberut. "Masa nenek sihir sih?! Yang cakepan dikit kek!" "Sebenarnya semua peran cocok, tapi kalo ga di peranin," langsung ngibrit lari meninggalkan Nabila sendirian di sana "ALVINOOO!!" mengejar nya sambil membawa sendal yang sebelumnya sudah ia lepas terlebih dahulu dan bersiap untuk melemparnya. "Kalo ketangkep Aku potong Kamu jadiin sate bakar!" Ucap Nabila penuh amarah sambil terus berlari mengejar Alvino. "Sinii, tangkep kalo bisa!" Tantang Alvino pada gadis mungil di belakangnya, yang sudah menatap permusuhan ke arah nya. "Serasa di kejar bebek Gue," "APA KAMU BILANG?!" "Ampun Sayanggg!!" Cerita ini mengisahkan tentang dua remaja yang saling menyukai namun tertutup gengsi yang tinggi, Si cowo Alvino Putra Reynaga dan Si cewe Nabila Yaza Derandra. Akan kah mereka akan bersatu setelah melewati banyak rintangan untuk bisa bersama ataukah mereka lebih memilih mengubur perasaan masing masing? maaf apabila banyak typo atau cerita ga nyambung karna ini cerita pertama yg aku buat , jangan lupa buat vote dan komen! Dan jangan jadi siders, harap hargai karya seseorang! ⚠️ tukang copy?huss huss sana. apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat atau alur aku minta maaf mungkin itu ketidaksengajaan karna aku bikin cerita ini murni dari pikiran aku sendiri . mengandung kata kata kasar⚠️ dan bucin akutt, kalo baper tanggung sendiri
You may also like
Slide 1 of 10
ADYRA cover
F A K E ? [End] cover
Renjana : Arutala Dirgantara [Completed] cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
[1] Because Of You -idr- cover
Don't Talk About Money cover
AURORA cover
SPOILEDBOY cover
ELANG ARDANA [COMPLETE] cover
IMDL cover

ADYRA

10 parts Complete

"Gue tau,lo pasti mikir gue sakit hati apa ngak sama ledekan lo tadi pagi disekolah. Udah deh ngak usah pake ngeles segala." Jelas Azka panjang lebar,Dyra berpikir apa Azka bisa membaca pikiran orang?. "Pede bego." Ceplos Dyra. Maudy yang melihat percekcokan antara dua insan didepannya pun berdehem. Dyra dan Azka melihat kearah Maudy. "Lo berdua kalo mau pacaran bilang dong,jangan buat gue nunggu. Tau gini gue balik luan." Maudy pura - pura merajuk. "Hah,pacaran? Are you okay?." Tampak wajah Dyra terkejut. "Iya jadi ini baru jadian. Lo tau kan kalo temen lo ini gampang merajuk,dan sok jual mahal." Azka mengatakan seperti otang polos yang tanpa dosa sedikitpun. Dyra ingin protes dengan perkataan Azka barusan,namun mulutnya langsung dibekap oleh Azka. Maudy tampak mengerutkan dahinya." Kenapa lo ngak bikang gue Ra?." "Dia malu,makanya dia nyuruh gue yang bilang." Sembur Azka. Dyra sudah geram melihat tingkah Azka,mulutnya memang masih dibekap dengan tangan Azka,namun pikirannya tidak. Dyra memiliki ide. Dia langsung menginjak kaki Azka,sehingga Azka meringis dan melepaskan bekapannya dimulut Dyra. Story @ZikraSalsabila😊😍.