Neighbour

Neighbour

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
"Heh! Burung. Ngapain lo ngikutin gue? Hah?!" Tanya Dio, gadis tomboy yang cantik dan manis. "Idiiih. Siapa juga yang ngikutin elo? Kepedean banget jadi orang." Jawab Elang, laki-laki tampan sempurna bak dewa, murid badboy sekaligus pintar di sekolah. "Segitu pengennya lo diikutin gue? Hah? Lagian nih ya, gak ada kerjaan banget gue ngikutin titisan macan." Lanjutnya lagi "Sembarangan lo kalo ngomong!" Sahut Dio yang tidak terima dengan ucapan Elang yang menyebutnya 'titisan Macan' "Yeee. Emang bener kan gue ngomong? Kalo lo itu kaya macan yang galaknya minta ampun, mana serem lagi. Hiiiih." Sahut Elang sambil bergedik menunjukan ekspresi takutnya. Lalu malanjutkan langkahnya untuk menjauh dari gadis itu. "Awas ya lo burung!" Ancam Dio sembari melepas sebelah sepatunya yang di lempar pada lawan bicara dihadapannya itu. "Apa? Mau lempar gue? Ayo sini gak takut gue." Tantang Elang yang berhenti berjalan dan membalikkan badannya. Dio melemparkan sepatunya kearah Elang berharap lemparannya akan tetap sasaran. Terus bagaimana jadinya jika dua insan manusia yang berbeda itu harus di takdirkan selalu berdekatan. Menjalani kehidupan yang rumit sekaligus menyenangkan, mengalami banyak problematika percintaan? Ada yang pensaran dengan kelanjutan ceritanya? Ayo baca "Neighbour" masukan ceritanya ke perpustakaan kalian. Bagi yang suka dengan cerita ini, silahkan tinggalkan jejak berupa vote and comment, jangan lupa share juga kepada teman-teman kalian. Tapi bagi yang tidak suka, yasudah berhenti dan tinggalkan saja. Jangan lupa follow akun author ya, supaya kalian bisa update kelanjutan ceritanya. ______________________________ WARNING! Jangan menjadi plagiat dicerita orang! Kalau kalian ingin menjadi penulis sungguhan, gunakan ide kreatif kalian yang dapat menguntungkan kalian tanpa merugikan orang lain!!!
All Rights Reserved
#282
tetangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Promise or Leave
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Sergio | Haechan
  • ANELKA CALVARY
  • THE CLIMB [Completed]
  • Love Affair : My Destiny

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines