loosing yourself

loosing yourself

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2020
MAAF BANGET KALO ADA YANG TYPO ATAU AMATIR SOALNYA INI CERITA PERTAMA GUE DI WP JADI MOHON MEMAKLUMKAN. *** Ketika hidup membutuhkan sebuah alasan, maka satu - satunya alasanku untuk hidup sampai sekarang ini adalah dirimu. -Dikta Apa yang kamu lakukan ketika pria di hadapanmu bersikap dingin dan acuh kepadamu? Ya, itu lah sifat Dikta. Tapi entah kenapa hanya Feiya yang bisa mencairkan dan menghangatkan nya kembali. "Aku berharap tidak pernah mengharapkan mu apalagi bertemu denganmu." ucap Feiya kepada Dikta. Apa yang terjadi di antara kedua8nya? nah kalau mau tau apa yang terjadi dengan Feiya hingga Ia mengatakan kalimat itu kepada Dikta, di baca ya bro/sist jangan lupa bantu vote nya jangan sidder :) thakyou for time. note: bahasa gue ngga baku banget gue nge upload sesuai mood ya bro
All Rights Reserved
#402
fun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • ALZEANDRA||OPEN PO||
  • STARLIT REVERIES
  • ANELKA CALVARY
  • BE MINE!! [Forth Coming]
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • 180 Derajat : DeZa Story (Completed)
  • KIARILHAM【END】
  • BarraKilla
  • Maaf' (Revisi)

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines