kala itu sengaja mataku melihatmu tengah duduk bersama secangkir vanella late yg kau genggam erat,bibirmu tersenyum manis melambaikan lengan menyuruhku untuk menghampirimu
Sore itu, di hadapan senja kau menceritakan perihal DIA yg disebut sebagai bahagiamu,membanggakannya tanpa mengenal titik..
ku sunggingkan bibir membentuk bulan sabit
" knp tersenyum" tanyamu
"tak apa,aku sedang bahagia mendengar ceritamu tentang gadis yg mampu menggantikan posisiku di hatimu" tnyaku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.