Story cover for Jurig Warnet by awanabuabu__
Jurig Warnet
  • WpView
    LECTURAS 427
  • WpVote
    Votos 95
  • WpPart
    Partes 17
  • WpView
    LECTURAS 427
  • WpVote
    Votos 95
  • WpPart
    Partes 17
Continúa, Has publicado jun 15, 2020
Cerita ini dipersembahkan untuk para pecinta game dan anime, penjunjung tinggi cinta dan persahabatan, pecinta atau yang sekadar penasaran terhadap bahasa Sunda dan bagi yang percaya bahwa Tuhan itu ada.

Terminologi:
Jurig (Sunda) = Setan, Hantu, Penunggu
Warnet = Warung Internet
Jurig Warnet berarti penunggu atau orang yang banyak menghabiskan waktu di Warnet.

Sinopsis:
"Sebagai Gamer Pro, aku terlatih untuk menembak."
-Adli Syahril
"Sebagai Gamer Pro, aku terlatih untuk menghindari tembakan."
-Humaira Siddikah

Apakah sudah terbayang bagaimana alur kisahnya? Kalau sudah atau pun belum, yuk intip! Hehehe.

Best regards,

Awan Abu-abu
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Jurig Warnet a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#344gamers
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Before Days Chronicle de AuthorNot
48 partes Concluida
Bayangkan ketika kita dewasa, keseimbangan ekonomi di seluruh dunia mulai tidak stabil sehingga terjadi banyak pemberontakan dan pembantaian di kota-kota besar, bahkan kota kecil pun. Rakyat miskin menyerbu rakyat kaya, sementara pemerintah tanpa pakai belas kasih lagi menyikat habis mereka yang membangkang peraturan. Pada masa ini, hanya orang kayalah yang bisa mendapatkan haknya. Karena itu, para warga sebaik mungkin tidak keluar dari rumahnya terlalu lama. Sebagai gantinya, dunia virtual dikembangkan dan diunggul-unggulkan. Devin Luno Pranaja adalah anak bungsu yang lahir pada masa di mana ia tidak pernah melihat dunia luar, berbeda dengan kakak-kakaknya yang dulu pernah merasakan yang namanya udara luar. Hal tersebut membuatnya kadang merasa terasingkan dari keluarganya sendiri. Ia hanya dapat mengenal sebagian dunia luar melalui dunia virtual, dan dia paling suka MMORPG karena bisa bersosialisasi dengan banyak orang. Suatu ketika, tiba-tiba badan pemerintah mengeluarkan sekaligus meresmikan MMORPG yang harusnya sama sekali mustahil mereka lakukan. Karena membawa nama pemerintah, permainan tersebut cepat sekali merebak sampai ke telinga Luno dan teman dekatnya, Risya. Mereka pun hadir pada hari pertama pembukaan CBT. Betapa terkejutnya Luno karena dia adalah generasi yang tidak pernah tahu tentang dunia luar, tetapi bisa tahu karena dunia virtual kali ini dapat dirasakan nyata oleh tubuh pemain. Dan, keadaan tidak seperti yang ada di balik tembok pembatas di mana perkotaan sangatlah kumuh.
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Before Days Chronicle cover
Inside You cover
Aku Ingin Bercerita  cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
Miracle of Wonder Rain [END] cover
Imaginary Boyfriend cover
MY eyes are on YOU cover
ALTERIO  cover

Before Days Chronicle

48 partes Concluida

Bayangkan ketika kita dewasa, keseimbangan ekonomi di seluruh dunia mulai tidak stabil sehingga terjadi banyak pemberontakan dan pembantaian di kota-kota besar, bahkan kota kecil pun. Rakyat miskin menyerbu rakyat kaya, sementara pemerintah tanpa pakai belas kasih lagi menyikat habis mereka yang membangkang peraturan. Pada masa ini, hanya orang kayalah yang bisa mendapatkan haknya. Karena itu, para warga sebaik mungkin tidak keluar dari rumahnya terlalu lama. Sebagai gantinya, dunia virtual dikembangkan dan diunggul-unggulkan. Devin Luno Pranaja adalah anak bungsu yang lahir pada masa di mana ia tidak pernah melihat dunia luar, berbeda dengan kakak-kakaknya yang dulu pernah merasakan yang namanya udara luar. Hal tersebut membuatnya kadang merasa terasingkan dari keluarganya sendiri. Ia hanya dapat mengenal sebagian dunia luar melalui dunia virtual, dan dia paling suka MMORPG karena bisa bersosialisasi dengan banyak orang. Suatu ketika, tiba-tiba badan pemerintah mengeluarkan sekaligus meresmikan MMORPG yang harusnya sama sekali mustahil mereka lakukan. Karena membawa nama pemerintah, permainan tersebut cepat sekali merebak sampai ke telinga Luno dan teman dekatnya, Risya. Mereka pun hadir pada hari pertama pembukaan CBT. Betapa terkejutnya Luno karena dia adalah generasi yang tidak pernah tahu tentang dunia luar, tetapi bisa tahu karena dunia virtual kali ini dapat dirasakan nyata oleh tubuh pemain. Dan, keadaan tidak seperti yang ada di balik tembok pembatas di mana perkotaan sangatlah kumuh.