Kehilangan selalu mengajarkan kita bagaimana cara mengikhlaskan, ada yang ikhlas atau merasa tidak bisa. Entah menghadirkan pelangi setelah hujan, atau pun menghadirkan badai di saat hujan belum usai.
Terkadang pengganti yang pergi tidak selalu menyenangkan, tidak selalu juga membahagiakan, atau mungkin itu karena perasaan yang berat melepaskan dan mencoba melupakan namun tidak berhasil juga.
Tidak berdaya, tidak bisa berbuat apa-apa, semuanya susah untuk di lupakan begitu saja, karena terkadang hati membutuhkan waktu lama untuk menerima kehadiran orang baru, karena melupakan orang yang sudah lama bertahta menduduki hati dalam diri itu seperti mempunyai kekuatan sendiri, seolah magnet yang mampu menarik diri ini.
siang berganti malam, namun tetap tidak dapat dilupakan, bertahun-tahun memendam perasaan, namun takdir memberikan jawaban yang jauh dari apa yang dibayangkan.
untukmu yang sempat hadir, dan kini pergi tanpa permisi, tolong kembalikan separuh hatiku yang sempat kau curi, kembalikan pada tempat yang seharusnya ia berdiam diri, tanpa campur tangan dirimu yang hanya ingin mengusik diri.
Mengapa? cinta datang jika hanya untuk menyakiti, lalu pergi dan meninggalkan luka yang sangat dalam di lubuk hati.
Haruska aku egois demi cinta?
Pantas kah? Aku mendapatkan dia yang nyaris sempurna, dengan seorang gadis nakal yang selalu bolos dan bobby dugem sepertiku.
Jawabannya jelas tidak!
Karena dia yang kucintai. Memilih pergi dan menikah dengan wanita lain, tanpa mau berjuang bersamaku. Dia menyakitiku bertubi- tubi. Dimana aku menyaksikan dirinya bersanding dengan wanita lain di atas pelaminan.
Memang aku yang terlalu bodoh, karena menyimpan rasa cinta kepada kakak tiriku sendiri. Sudah pasti cinta ini berakhir sia- sia.
Aku sudah cukup berjuang untuk meyakinkan dirinya bahwa aku sangat mencintainya. Tapi dia tetap memilih pergi. Saat itu hatiku sangat hancur membuatku nyaris gila dan putus asa!
Akhirnya! Semua kenakalan yang tidak lagi kuperbuat selama mengenalnya, kini kembali kulakukan. Tiada lagi hari- hari indah yang kulalui semua terasa hampa. Di sekolah hukuman kembali menjadi candu bagiku. Sampai seseorang membuatku kembali bangkit dan membuat hidupkku kembali berwarna.
Dia adalah......