'Cause I Want You

'Cause I Want You

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
[Slow Update] Jessica Ellward, gadis yang lumayan populer di kampusnya. Sifat humblenya membuat dirinya memiliki banyak kenalan, keramahnya membuat orang nyaman bersamanya dan keberaniannya dalam berkelahi membuat orang-orang enggan mencari perkara dengannya, ia tak senggan memukul orang yang menurutnya keterlaluan. Zellvin Arcellio, lelaki pendiam dan selalu di su'udzoni oleh teman-temannya, bagaimana tidak ia memiliki wajah yang terkesan sangar walaupun lumayan tampan. Sifatnya yang pendiam dan tidak pandai bergaul membuat teman sekelasnya menganggapnya jahat, padahal mereka tidak pernah melihatnya berbuat perkara, ck. • •
All Rights Reserved
#606
jessica
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Choose an Enemy (End)
  • A MILLION LIGHT
  • Look At Me Now
  • I LOVE YOU (COMPLETED)
  • Silence [On Going]
  • Just One Day  [ Lee Donghae X Jung Jessica ]
  • SYAKILA
  • Hingar!
  • Untuk Saka
  • Aztha (Tamat)

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines